3. Wildan Ricky – Ketua BEM Fakultas Hukum UNISIA
4. Muhammad Yani – BEM Fakultas Hukum UIJ
5. Ardiansyah – Ketua BEM Institut Al-Aqidah
6. Ahmad Ghazy – BEM Psikologi UNJ
7. Alfi – Ketua BEM FEB UNPAM
8. Rahmat Djimbula – Ketua BEM Hukum UIC (Inisiator)
9. Dicky – BEM F.IPS Unindra
10. Rezky Anandar – BEM Fakultas Ilmu Sosial dan Manajemen Administrasi Institut STIAMI
Dua nama pertama telah dipastikan palsu. Kini publik menunggu klarifikasi dari delapan kampus lainnya.
Rahmat Djimbula dan Misi BEM Bersatu
Rahmat Djimbula, Ketua BEM Hukum UIC, dalam konferensi pers menyampaikan bahwa gerakan mahasiswa harus menjadi suara rakyat, bukan alat elite.
"Kami, BEM Bersatu, menolak segala bentuk penunggangan gerakan mahasiswa oleh kepentingan politik praktis. Gerakan mahasiswa harus tetap menjadi suara rakyat, bukan alat elite dalam perebutan kekuasaan," kata Rahmat.
Namun, pernyataan ini justru kontradiktif dengan fakta bahwa dua anggotanya adalah fiktif. Apakah ini menunjukkan bahwa BEM Bersatu sendiri yang melakukan penunggangan?
Reaksi Publik dan Kekhawatiran
Viralnya konpers BEM Bersatu dan bantahan dari dua kampus memicu reaksi beragam di media sosial. Banyak warganet yang menyayangkan adanya oknum yang mencoba memanfaatkan isu kemahasiswaan.