• Kamis, 18 Juni 2026

Bukan Ganti Menteri yang Utama, Kata Pengamat: Negeri Sedang Terlilit Beban Fiskal Berat

Photo Author
Redaksi, IndoIndikator.com
- Sabtu, 6 Juni 2026 | 13:32 WIB

Jakarta, indoindikator .com – Isu perombakan kabinet (reshuffle) kembali menghangat di tengah masyarakat. Spekulasi yang paling santer adalah kemungkinan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa digantikan oleh ekonom senior dan mantan Menkeu, Chatib Basri. Isu ini muncul di saat tekanan ekonomi global tengah meninggi dan stabilitas fiskal nasional diuji.

Namun, Pengamat Politik Samuel F Silaen menilai perbincangan publik terlalu berfokus pada sosok. Menurutnya, masalah sebenarnya bukan pada siapa yang duduk di kursi menteri, melainkan pada kondisi kantong negara yang semakin berat.

"Jangan salah fokus. Problem utamanya adalah kebijakan anggaran yang terus membengkak, di mana pengeluaran negara lebih besar dari pendapatan. Figur sekelas apa pun akan kesulitan jika pasaknya terus dipaksa melebihi tiangnya," tegas Silaen.

Ia menyoroti bahwa akar persoalan justru berawal dari hulu, yaitu kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto. Silaen mengibaratkan, "Ikan busuk mulai dari kepala." Jika presiden sendiri mencontohkan kebijakan fiskal yang longgar dan kontradiktif, maka menteri hanya akan mengikuti arus.

Kekhawatiran utama Silaen adalah membengkaknya belanja negara yang dibarengi dengan akumulasi utang luar negeri dalam skala besar. Menurutnya, kebijakan fiskal yang terlalu agresif ini berisiko mengganggu stabilitas keuangan negara jangka panjang.

Meskipun Chatib Basri diakui memiliki reputasi kuat di mata investor internasional—bekal yang berguna di tengah ketidakpastian global—Silaen tetap menegaskan bahwa tantangan terbesar justru berasal dari dalam negeri, bukan dari faktor eksternal. Oleh karena itu, pemerintah diminta tidak terus-menerus menyalahkan kondisi global.

Silaen juga menilai bahwa baik Purbaya Yudhi Sadewa maupun Chatib Basri sama-sama merupakan figur berkualitas. Hanya saja, kinerja keduanya sering kali tidak maksimal karena tekanan intervensi politik dan situasi yang tidak kondusif.

Hingga kini, Istana Negara belum memberikan konfirmasi resmi terkait kabar perombakan kabinet. Sementara itu, Purbaya Yudhi Sadewa masih aktif menjalankan tugasnya sebagai Menteri Keuangan.

Publik dan pelaku pasar pun masih menanti kepastian. Silaen menutup dengan pesan tegas: beban pemulihan ekonomi tidak bisa dipikul sendiri oleh menteri keuangan. Seluruh jajaran pembantu presiden harus ikut bertanggung jawab.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Redaksi

Tags

Terkini

X