berita

PHI Perkuat Konservasi Ekosistem Laut Kalimantan Lewat Program Jaga Pesisir Kita dan Rig to Reef

Selasa, 2 Juni 2026 | 16:35 WIB

Jakarta, indoindikator.com – PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI) terus mempertegas komitmennya dalam mendukung pelestarian lingkungan pesisir dan laut di Kalimantan Timur melalui sejumlah program berbasis keberlanjutan. Bertepatan dengan peringatan Hari Terumbu Karang Sedunia setiap 1 Juni, perusahaan menegaskan upaya konservasi yang dijalankan bersama anak perusahaan dan para mitra strategis sebagai bagian dari tanggung jawab lingkungan jangka panjang.

Melalui pendekatan kolaboratif yang melibatkan masyarakat setempat, PHI mengembangkan berbagai inisiatif konservasi untuk menjaga keseimbangan ekosistem laut sekaligus mendorong manfaat sosial dan ekonomi bagi komunitas pesisir.

Salah satu program unggulan yang dijalankan adalah Jaga Pesisir Kita, sebuah inisiatif yang berfokus pada pemulihan dan perlindungan ekosistem bawah laut di kawasan Pantai Pangempang. Program ini diimplementasikan oleh PT Pertamina Hulu Sanga Sanga (PHSS) di Desa Tanjung Limau, Kecamatan Muara Badak, Kabupaten Kutai Kartanegara.

Sejak diluncurkan pada 2019, program tersebut berfokus pada rehabilitasi terumbu karang serta pelestarian ekosistem mangrove dan pesisir. Upaya yang dilakukan melalui kerja sama dengan berbagai pemangku kepentingan itu berhasil memperbaiki kondisi ekosistem laut yang sebelumnya mengalami kerusakan akibat praktik penangkapan ikan yang tidak ramah lingkungan.

Selain memberikan dampak ekologis, program tersebut juga membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat melalui pengembangan sektor wisata bahari berbasis konservasi.

Tokoh penggerak lokal dalam program Jaga Pesisir Kita, Muhammad Mansur, mengatakan keberhasilan pelestarian lingkungan tidak dapat dilepaskan dari peran aktif masyarakat. Menurutnya, kemandirian komunitas menjadi faktor penting dalam menjaga keberlanjutan program konservasi dalam jangka panjang.

Ia juga menilai penerapan sistem pengelolaan program yang terstruktur serta prinsip lingkungan, sosial, dan tata kelola perusahaan (ESG) yang diperkenalkan Pertamina telah memberikan dampak positif bagi penguatan kapasitas masyarakat dalam menjaga lingkungan pesisir.

Di sisi lain, PHI juga mengembangkan inovasi konservasi melalui program Rig to Reef yang dijalankan PT Pertamina Hulu Kalimantan Timur (PHKT) Daerah Operasi Bagian Utara. Program yang dimulai sejak Agustus 2022 itu dilaksanakan bersama mitra kerja KHAN dari Korea Selatan di kawasan Karang Segajah, Bontang.

Melalui metode Rig to Reef, instalasi lepas pantai yang telah memasuki akhir masa operasional dialihfungsikan menjadi habitat baru bagi biota laut. Pendekatan ini dinilai mampu mendukung peningkatan populasi ikan sekaligus memperkaya keanekaragaman hayati ekosistem terumbu karang.

Manager Environment PHI, Kemas Adrian, menyatakan program tersebut menunjukkan bahwa aktivitas industri dapat berjalan beriringan dengan upaya konservasi lingkungan apabila dilakukan melalui perencanaan yang tepat dan berkelanjutan.

Selain memberikan manfaat ekologis, pemanfaatan struktur offshore yang tidak lagi digunakan juga dinilai lebih efisien dibandingkan proses pembongkaran konvensional, baik dari sisi biaya maupun pengelolaan aset pasca-operasi.

Sementara itu, Manager Communication Relations & CID PHI, Dony Indrawan, menegaskan bahwa keberhasilan berbagai program tanggung jawab sosial perusahaan tidak terlepas dari inovasi sosial dan keterlibatan masyarakat dalam setiap tahapan pelaksanaannya.

Sebagai bagian dari Subholding Upstream Pertamina, PHI menyatakan akan terus menjalankan operasional hulu migas di Regional 3 Kalimantan dengan mengedepankan prinsip keberlanjutan, tanggung jawab sosial, dan perlindungan lingkungan sesuai standar global.

Tags

Terkini