• Kamis, 18 Juni 2026

Mantan Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu Tutup Usia, Indonesia Berduka Kehilangan Tokoh Nasionalis

Photo Author
Redaksi, IndoIndikator.com
- Minggu, 31 Mei 2026 | 18:08 WIB


Jakarta, indoindikator.com – Duka mendalam menyelimuti keluarga besar Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan masyarakat Tanah Air setelah kabar wafatnya mantan Menteri Pertahanan Republik Indonesia sekaligus mantan Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD), Jenderal TNI (Purn) Ryamizard Ryacudu.
Tokoh militer senior tersebut meninggal dunia di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto, Jakarta, pada Minggu (31/5/2026). Ryamizard mengembuskan napas terakhir pada pukul 14.03 WIB usai menjalani perawatan medis akibat penyakit yang dideritanya.
Kabar wafatnya Ryamizard Ryacudu dikonfirmasi oleh Kepala Biro Informasi Pertahanan Sekretariat Jenderal Kementerian Pertahanan, Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait. Dalam keterangannya, Brigjen Rico menyampaikan belasungkawa atas berpulangnya salah satu tokoh penting dalam sejarah pertahanan Indonesia tersebut.
Usai dinyatakan meninggal dunia, jenazah almarhum menjalani proses pemulasaraan sebelum disemayamkan di rumah duka guna memberikan kesempatan kepada keluarga, kerabat, sahabat, dan para tokoh nasional untuk memberikan penghormatan terakhir.
Kepergian Ryamizard Ryacudu menjadi kehilangan besar bagi bangsa Indonesia, khususnya di bidang pertahanan dan keamanan nasional. Sosoknya dikenal luas sebagai figur yang tegas, disiplin, nasionalis, serta memiliki komitmen kuat dalam menjaga kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Lahir di Palembang, Sumatera Selatan, pada 21 April 1950, Ryamizard merupakan lulusan Akademi Militer tahun 1974 dari kecabangan Infanteri. Sejak awal pengabdiannya di dunia militer, ia dikenal sebagai perwira dengan karakter kepemimpinan kuat dan dedikasi tinggi terhadap tugas negara.
Karier militernya terus berkembang hingga dipercaya menjabat sebagai Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) pada periode 2002–2005. Selama memimpin TNI AD, Ryamizard dikenal aktif memperkuat profesionalisme prajurit, meningkatkan pembinaan personel, serta menanamkan semangat nasionalisme di lingkungan militer.
Setelah memasuki masa pensiun dari dinas militer, Ryamizard tetap melanjutkan pengabdiannya kepada negara. Presiden Joko Widodo kemudian menunjuknya sebagai Menteri Pertahanan Republik Indonesia dalam Kabinet Kerja periode 2014–2019.
Selama menjabat Menhan, Ryamizard berfokus memperkuat sistem pertahanan nasional, memperluas kerja sama pertahanan internasional, dan menggalakkan program bela negara sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan bangsa. Ia meyakini bahwa menjaga kedaulatan Indonesia merupakan tanggung jawab seluruh rakyat, bukan semata tugas aparat pertahanan.
Di lingkungan TNI, Ryamizard dikenal sebagai pemimpin yang dekat dengan prajurit dan kerap turun langsung ke lapangan. Sementara di kalangan pemerintahan, ia dihormati sebagai tokoh yang konsisten menjaga stabilitas keamanan nasional dan keutuhan bangsa.
Wafatnya Jenderal TNI (Purn) Ryamizard Ryacudu meninggalkan duka mendalam bagi keluarga besar TNI, kolega, dan masyarakat Indonesia. Pengabdian serta pemikirannya dalam bidang pertahanan akan tetap menjadi bagian penting dalam perjalanan sejarah bangsa.
Indonesia telah kehilangan salah satu putra terbaiknya. Namun, nilai-nilai pengabdian, nasionalisme, dan dedikasi yang diwariskan Ryamizard Ryacudu akan terus hidup sebagai inspirasi bagi generasi penerus bangsa.
Selamat jalan, Jenderal Ryamizard Ryacudu. Jasa dan pengabdianmu untuk Indonesia akan selalu dikenang.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Redaksi

Tags

Terkini

X