Lebih jauh, pelayanan publik ikut mengalami penurunan kualitas. Masyarakat akhirnya menjadi pihak yang paling dirugikan ketika konflik internal pemerintahan terus berlarut tanpa penyelesaian yang jelas.
Peringatan Serius bagi Tata Kelola Daerah
Dede Yusuf Macan Effendi menilai masalah utama terletak pada ketimpangan pembagian peran.
Ia mendorong pemerintah pusat merumuskan kebijakan pencegahan konflik agar tidak terus berulang.
Tanpa langkah tegas, konflik serupa berpotensi menyebar ke daerah lain.
Kesimpulan: Rakyat Jadi Korban
Fenomena ini menegaskan bahwa konflik elite bukan sekadar drama politik.
Ketika pemimpin sibuk berkonflik, masyarakat yang menanggung dampaknya.
Jika tren ini terus berlanjut, stabilitas pemerintahan daerah akan melemah dan kepercayaan publik bisa runtuh.