Jakarta, indoindikator.com – PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI) kembali menorehkan prestasi di lingkungan Grup Pertamina dengan memboyong dua penghargaan bergengsi pada ajang Annual Pertamina Quality Award 2026. Capaian tersebut menjadi bukti konsistensi perusahaan dalam mengembangkan inovasi sekaligus memperkuat implementasi praktik bisnis yang berkelanjutan.
Pada ajang penghargaan tahunan tersebut, PHI berhasil meraih penghargaan Special Recognition melalui kategori Third Best Entity Achievement on Innovation Success, yang diterima oleh perwakilan manajemen, Farah Dewi. Penghargaan ini diberikan sebagai bentuk apresiasi atas keberhasilan perusahaan dalam membangun budaya inovasi yang berdampak terhadap peningkatan kinerja dan perbaikan proses bisnis secara berkesinambungan.
Prestasi PHI semakin lengkap setelah anak usahanya, PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM), dinobatkan sebagai Best Sustainability Excellence Upstream Business Unit. Penghargaan tersebut diterima langsung oleh General Manager Zona 8, Setyo Sapto Edi, sebagai pengakuan atas keberhasilan PHM menjalankan operasi hulu migas yang mengedepankan aspek keberlanjutan.
Direktur Utama PT Pertamina Hulu Indonesia, Sunaryanto, menegaskan bahwa penghargaan tersebut mencerminkan komitmen perusahaan dalam mengintegrasikan prinsip keberlanjutan ke dalam setiap aspek operasional. Menurutnya, pencapaian tersebut tidak lepas dari dedikasi seluruh insan perusahaan yang terus menghadirkan berbagai terobosan untuk mendukung ketahanan energi nasional.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pekerja yang telah berkolaborasi menciptakan inovasi bernilai tambah. Menurut manajemen, penguatan budaya inovasi menjadi faktor penting dalam menjaga daya saing perusahaan di tengah perubahan dan tantangan industri energi yang semakin dinamis.
Keberhasilan PHI juga tercermin dari prestasi lima gugus inovasi yang berhasil meraih penghargaan dalam kategori Continuous Improvement Program (CIP). Tiga tim, yakni EnerSwap, Phylots, dan New Concept, berhasil meraih penghargaan Platinum berkat inovasi teknologi yang dikembangkan.
Sementara itu, dua gugus inovasi lainnya, yaitu Felisa dari Zona 10 dan Jumbo dari Zona 9, memperoleh penghargaan Gold atas kontribusi mereka dalam mendorong peningkatan efektivitas operasional perusahaan.
Berbagai inovasi yang dihasilkan para pekerja PHI mencakup pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence), optimalisasi proses pengeboran, penyempurnaan tata kelola hidrokarbon, hingga pengembangan strategi revitalisasi cadangan minyak guna meningkatkan efisiensi dan produktivitas operasi hulu migas.
Sepanjang tahun sebelumnya, PHI membukukan produksi minyak sebesar 58 ribu barel per hari (BOPD) dan produksi gas mencapai 430 juta standar kaki kubik per hari (MMSCFD). Sebagai entitas yang mengelola wilayah kerja hulu migas di Regional 3 Kalimantan, perusahaan terus berkomitmen menjalankan operasi yang mengedepankan aspek keselamatan, keandalan, efisiensi, serta tanggung jawab terhadap lingkungan sebagai bagian dari upaya mendukung ketahanan energi nasional.
Artikel Terkait
PHI Borong Penghargaan Tertinggi Annual Pertamina Quality Award 2026, Tegaskan Komitmen Operasi Berkelanjutan