JAKARTA, indoindikator.com -- Wihaji menyebut konsep kampus agak lain UICI sebagai kekuatan baru dalam menentukan arah masa depan bangsa.
Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga itu menilai Universitas Insan Cita Indonesia (UICI) menghadirkan pendekatan berbeda dari kampus konvensional. Selain itu, ia melihat model pendidikan tersebut mampu menjawab tantangan zaman.
Momentum ini muncul saat UICI menggelar wisuda kedua di Auditorium BKKBN, Jakarta Timur, Rabu malam, 22 April 2026.
Wihaji Soroti Keunikan Sistem Pembelajaran UICI
Wihaji menilai sistem pembelajaran UICI tidak mengikuti pola umum perguruan tinggi. Ia melihat pendekatan digital kampus tersebut memberikan fleksibilitas tinggi bagi mahasiswa.
Selain itu, ia menyoroti konsep wisuda malam hari sebagai bentuk inovasi. Menurutnya, langkah tersebut menunjukkan keberanian kampus dalam menghadirkan model baru pendidikan.
“Ini universitas ‘agak lain’. Satu, kuliahnya ‘agak lain’, tidak seperti kampus yang lain,” ujar Wihaji.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa pendekatan berbeda justru menjadi kekuatan utama. Ia menilai inovasi tersebut dapat membawa dampak besar bagi masa depan bangsa.
“Tapi insya Allah yang agak lain inilah yang nanti akan menentukan masa depan bangsa Indonesia,” tegasnya.
Kampus Agak Lain UICI Dinilai Relevan dengan Tantangan Demografi
Dalam paparannya, Wihaji menjelaskan tanggung jawab strategis yang ia emban. Ia menyebut Presiden memberikan amanah untuk mengelola isu kependudukan dan pembangunan keluarga.
Ia menilai isu kependudukan sangat menentukan arah masa depan negara. Selain itu, ia melihat banyak negara menghadapi tantangan serupa dalam menjaga keseimbangan demografi.
Menurutnya, Indonesia memiliki peluang besar menjadi negara maju. Namun, peluang tersebut membutuhkan perencanaan yang jelas. Karena itu, pemerintah menyusun strategi pembangunan berbasis kependudukan.
Pemerintah Susun Strategi Kependudukan untuk Indonesia Emas
Wihaji menjelaskan pemerintah tengah menyusun Peta Jalan Pembangunan Kependudukan (PJPK). Program ini menjadi dasar dalam menciptakan stabilitas demografi nasional.
Selain itu, PJPK berperan dalam memperkuat ketahanan keluarga. Pemerintah menargetkan terbentuknya sumber daya manusia unggul sebagai fondasi pembangunan.
Ia juga menyampaikan visi sederhana yang ingin ia capai. Menurutnya, kebanggaan terhadap identitas nasional menjadi kunci penting.
“Cita-cita saya sederhana, orang Indonesia bangga punya KTP Indonesia,” ungkapnya.