• Sabtu, 20 Juni 2026

Banjir dan Angin Kencang 15 April 2026: Ratusan Warga Mengungsi, BNPB Minta Siaga Cuaca Ekstrem

Photo Author
Redaksi, IndoIndikator.com
- Rabu, 15 April 2026 | 17:59 WIB



JAKARTA – Rentetan bencana kembali melanda sejumlah wilayah Indonesia. Badan Nasional Penanggulangan Bencana mencatat kejadian berdampak signifikan dalam periode Selasa (14/4) hingga Rabu (15/4) pukul 07.00 WIB.

Gelombang banjir dan angin kencang 15 April 2026 kembali mengguncang sejumlah wilayah Indonesia. Dalam waktu kurang dari 24 jam, ratusan warga harus meninggalkan rumah dan mencari tempat aman.


Badan Nasional Penanggulangan Bencana mencatat banjir dan angin kencang masih mendominasi bencana pada periode 14–15 April 2026.



Banjir Surakarta Paksa Warga Mengungsi Malam Hari


Hujan deras memicu luapan Kali Jenes di Kota Surakarta pada Selasa (14/4) malam. Air langsung masuk ke permukiman dan merendam delapan kelurahan di tiga kecamatan.


-


Petugas mencatat 715 kepala keluarga terdampak. Sebanyak 109 warga mengungsi ke masjid, balai warga, hingga rumah penduduk.


Tim gabungan bergerak cepat. Mereka mengevakuasi warga dengan perahu karet dan mendistribusikan logistik ke titik pengungsian.


Air masih menggenang setinggi 50–80 cm. Petugas memutus aliran listrik di beberapa wilayah untuk mencegah risiko tambahan.



Muara Enim Diterjang Banjir, Aktivitas Sempat Lumpuh


-

Banjir juga melanda Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan. Luapan Sungai Aur merendam rumah warga di Kelurahan Pasar II dan Air Lintang.


Sebanyak 652 kepala keluarga terdampak. Petugas langsung mengevakuasi warga menggunakan perahu dan mesin jinjing.


Setelah sekitar 10 jam, air mulai surut. Tim membantu warga membersihkan lumpur dan memulihkan aktivitas.



Angin Kencang Rusak Rumah di Lampung dan Maluku Utara


Selain banjir, angin kencang menghantam dua wilayah berbeda. Di Kabupaten Pesawaran, Lampung, angin merusak 18 rumah warga.


Petugas langsung mendata kerusakan dan mengajak warga melakukan perbaikan secara gotong royong.


Sementara itu, angin kencang di Kabupaten Halmahera Selatan merusak puluhan rumah di tiga desa. Petugas mencatat 20 rumah rusak berat, 4 rusak sedang, dan 19 rusak ringan.


Sebanyak 21 kepala keluarga mengungsi ke lokasi yang lebih aman.



BNPB Minta Warga Siaga Cuaca Ekstrem


-

BNPB meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan selama masa peralihan musim. Cuaca ekstrem berpotensi memicu banjir dan angin kencang secara tiba-tiba.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Redaksi

Tags

Terkini

X