berita

PJT I Ajak Industri Hadapi El Nino 2026, Jaga Kuantitas dan Kualitas Air di Wilayah Sungai Brantas

Sabtu, 20 Juni 2026 | 11:27 WIB
PJT I ajak industri hadapi El Nino 2026! Jaga kuantitas & kualitas air di Wilayah Sungai Brantas. Prioritas air untuk rakyat. (Ton)

Prioritas Air untuk Domestik dan Pertanian

Menanggapi kekhawatiran masyarakat mengenai dampak kemarau terhadap pasokan air bersih PDAM, Dimas memastikan bahwa kebutuhan domestik warga berada di kasta tertinggi dalam prioritas pemanfaatan air. Begitu pula dengan pasokan air baku untuk kebutuhan harian masyarakat dan irigasi pertanian utama dijamin tidak akan dikurangi atau dibatasi.

"Nantinya akan ada fokus pengetatan dengan kebijakan pembatasan kuota pengambilan air secara ketat hanya akan diberlakukan bagi sektor industri dan komersial penunjang lainnya," jelasnya.

Di akhir penjelasannya, Dimas menyampaikan pesan khusus kepada seluruh elemen masyarakat dan pelaku usaha di sepanjang Kali Surabaya. Mengingat ketersediaan sumber daya air yang terbatas, ia mengimbau semua pihak untuk mulai menerapkan budaya hemat air dan menggunakan air permukaan secara bijak sesuai keperluan.

 Kolaborasi Baru dengan Sektor Industri

Koordinator Tim Patroli Air Jawa Timur, Imam Rochani , menyatakan bahwa konsep kolaborasi dengan sektor industri ini merupakan sebuah gagasan baru yang progresif. "Biasanya kita rembuk lingkungan dengan masyarakat atau komunitas tambangan. Sekarang, kita mulai merangkul pihak industri secara terbuka. Tujuannya agar muncul kepedulian dan rasa memiliki yang sama terhadap kelestarian sungai," ujar Imam.

Menurutnya, pendekatan partisipatif ini tidak hanya sekadar diskusi di atas kertas, melainkan diwujudkan dalam aksi nyata yang melibatkan jajaran manajemen hingga karyawan perusahaan. Beberapa poin penting dari program kolaborasi ini meliputi penanaman pohon massal dengan menghijaukan kembali bantaran sungai yang melibatkan ratusan partisipan dari sektor industri, ekspedisi bersama dengan mengajak pelaku usaha menyusuri sungai agar mereka melihat langsung kondisi riil lapangan dan tantangan dalam menjaga kebersihan air, serta pendanaan mandiri oleh perusahaan agar secara sukarela membiayai aksi pemulihan lingkungan di sekitar wilayah operasionalnya.

Imam menegaskan bahwa paradigma pengawasan kini telah berubah. Tim Patroli Air tidak lagi memosisikan diri sebagai momok yang menakutkan bagi industri, melainkan sebagai mitra dialog. Sinyal positif ini disambut baik oleh para pelaku usaha karena mereka diberikan ruang untuk terbuka dan berbenah.

Optimisme Tekan Pencemaran di Kali Surabaya

Langkah ini dirasa sangat krusial mengingat Wilayah Sungai Brantas, khususnya Kali Surabaya, memegang peran vital sebagai sumber air baku untuk konsumsi masyarakat sehari-hari serta menopang berbagai aktivitas kehidupan manusia. Ke depan, skema pengawasan berbasis komunitas dan keterlibatan industri ini akan terus ditingkatkan.

"Di format baru ini diharapkan mampu menaikkan peringkat ketaatan lingkungan perusahaan menjadi lebih bagus melalui pendekatan yang lebih arif, kolaboratif, dan humanis. Melalui sinergi kuat antara pemerintah, komunitas, dan pelaku industri, Tim Patroli Air Jatim optimistis angka pencemaran di Kali Surabaya dapat ditekan secara maksimal," tandas Imam.

indoindikator.com akan terus memantau implementasi kolaborasi ini. Sinergi antara PJT I, BBWS Brantas, Tim Patroli Air Jatim, dan sektor industri menjadi kunci dalam menghadapi tantangan El Nino dan menjaga kelestarian sumber daya air di Jawa Timur.

Halaman:

Tags

Terkini