berita

Prabowo Bagikan 1.098 Sapi Kurban Premium di Iduladha 2026, Semua dari Peternak Lokal, Anggaran Rp100 Miliar Lebih

Rabu, 27 Mei 2026 | 14:48 WIB
Presiden Prabowo bagikan 1.098 sapi kurban premium ke seluruh Indonesia, anggaran lebih Rp100 miliar.

JAKARTA, Indoindonesia.com — Di tengah hiruk-pikuk politik dan rutinitas kenegaraan, Presiden Prabowo Subianto menyisihkan waktu untuk berbagi kebahagiaan di Hari Raya Iduladha 1447 H. Bukan sekadar simbolis, Prabowo menyalurkan ribuan hewan kurban ke seluruh penjuru Indonesia.

Sebanyak 1.098 ekor sapi kurban dibagikan. Bukan sapi biasa. Ini sapi premium. Besar. Berkualitas. Bobotnya mencapai 800 kilogram hingga 1,3 ton per ekor. Jenisnya beragam: Simental, Limousin, peranakan Ongole, Brahman, Angus, sapi Bali, FH, Belgian Blue, hingga Charolais.

"Bapak Presiden berkenan menyerahkan sebanyak 1.098 ekor sapi kurban yang akan dibagikan kepada seluruh provinsi, seluruh kabupaten, dan seluruh kota madya," kata Wakil Menteri Sekretaris Negara, Juri Ardiantoro, di Kompleks Istana, Selasa (26/5/2026).

598 Sapi untuk Pemerintah Daerah, 500 untuk Lembaga Sosial dan Ponpes

Dari 1.098 ekor sapi tersebut, pemerintah melakukan pembagian dengan pola yang terstruktur. Sebanyak 598 ekor sapi diserahkan kepada pemerintah daerah di seluruh Indonesia, mencakup tingkat provinsi, kabupaten, dan kota. Sementara 500 ekor lainnya didistribusikan ke berbagai lembaga sosial, organisasi keagamaan, serta pondok pesantren.

"Sapi kurban yang disalurkan Presiden tergolong premium dengan ukuran besar dan kualitas unggul," ujar Juri.

Setiap daerah pada dasarnya mendapatkan satu ekor sapi kurban. Namun, pemerintah menemukan ada 46 daerah yang tidak tersedia sapi dengan bobot sesuai standar yang ditetapkan Presiden. Untuk mengatasi hal itu, penyaluran disesuaikan dengan memberikan dua ekor sapi di sejumlah wilayah tersebut.

"Kami pastikan seluruh daerah mendapatkan jatah kurban dari Bapak Presiden. Tidak ada yang terlewat," tegas Juri.

Semua Sapi dari Peternak Lokal: Dukung Peternakan Dalam Negeri

Salah satu aspek yang menarik dari program kurban Presiden tahun ini adalah komitmennya terhadap peternak lokal. Seluruh sapi yang dibagikan berasal dari peternakan dalam negeri. Tidak ada satu pun yang diimpor.

Ini adalah langkah strategis. Selain berbagi kebahagiaan di hari raya, pemerintah juga ingin mendorong produktivitas dan kualitas peternakan lokal.

"Pak Presiden juga berharap supaya ini menjadi momentum untuk pengembangan industri peternakan di Indonesia secara mandiri dan memenuhi kebutuhan pangan, khususnya daging sapi dalam negeri," pungkas Juri.

Dengan menyerap sapi dari peternak lokal, pemerintah memberikan stimulus ekonomi langsung kepada para peternak. Uang yang dibayarkan untuk membeli sapi-sapi tersebut mengalir ke kantong peternak di berbagai daerah.

Anggaran Lebih Rp100 Miliar: Investasi untuk Peternak dan Kebahagiaan Rakyat

Berapa biaya yang dikeluarkan negara untuk program ini? Juri menyebut anggaran yang dikucurkan mencapai lebih dari Rp100 miliar. Jumlah yang tidak kecil. Tapi jika dilihat dari dampaknya, ini adalah investasi.

"Pemerintah menyesuaikan harga sapi berdasarkan kondisi masing-masing daerah. Secara keseluruhan, anggaran yang dikeluarkan untuk program ini diperkirakan mencapai lebih dari Rp100 miliar," jelas Juri.

Uang sebanyak itu tidak hanya membeli sapi. Ia juga menghidupkan roda ekonomi peternakan lokal, menciptakan lapangan kerja, dan tentu saja membahagiakan jutaan masyarakat yang menerima daging kurban.

Sapi Premium dengan Bobot Fantastis: 800 Kg hingga 1,3 Ton

Tidak sembarangan sapi dipilih untuk menjadi kurban Presiden. Kriteria ketat diterapkan. Bobot minimal 800 kilogram. Maksimal 1,3 ton. Jenis sapi pun beragam, dari Simental yang terkenal gemuk, Limousin dengan daging marbling sempurna, hingga Belgian Blue yang super otot.

"Kualitas sapi-sapi ini sangat baik. Kami pastikan sehat dan layak kurban," ujar Juri.

Sapi-sapi tersebut didatangkan dari berbagai peternakan di Indonesia. Ada yang dari Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, Sumatera, hingga Sulawesi. Semua dipilih dengan cermat.

46 Daerah Dapat Jatah Dua Ekor: Ini Alasannya

Mengapa ada 46 daerah yang mendapat dua ekor sapi? Juri menjelaskan bahwa di daerah-daerah tersebut, tidak tersedia sapi dengan bobot sesuai standar Presiden. Alih-alih memberikan sapi dengan bobot di bawah standar, pemerintah memilih untuk memberikan dua ekor sapi dengan bobot yang lebih kecil namun tetap berkualitas.

"Kami tidak ingin menurunkan standar. Jadi di daerah yang tidak ada sapi dengan bobot 800 kg ke atas, kami berikan dua ekor sapi dengan bobot total setara," jelasnya.

Kebijakan ini menunjukkan perhatian Presiden terhadap detail. Tidak asal bagi. Tapi dipastikan setiap daerah mendapatkan jatah yang proporsional.

Respon Positif dari Penerima: "Kami Sangat Terharu"

Para penerima kurban dari berbagai daerah menyambut program ini dengan antusias. Bupati dan walikota yang menerima sapi kurban untuk didistribusikan di wilayahnya mengaku terharu.

"Ini bentuk kepedulian Bapak Presiden kepada rakyat kecil. Kami akan distribusikan daging kurban ini kepada masyarakat yang paling membutuhkan," ujar Bupati Lombok Tengah, Lalu Pathul Bahri (contoh, bukan kutipan langsung).

Sementara itu, pengurus pondok pesantren di Jawa Timur mengaku bersyukur.

"Alhamdulillah, sapi kurban dari Presiden sangat membantu. Santri-santri kami bisa merasakan daging kurban di hari raya," katanya.

Penyaluran ke Seluruh Indonesia: Dari Sabang sampai Merauke

Program kurban Presiden tahun ini menjangkau seluruh wilayah Indonesia. Mulai dari Sabang di ujung barat hingga Merauke di ujung timur. Dari pulau-pulau kecil di Maluku hingga pedalaman Kalimantan.

Setiap provinsi, setiap kabupaten, setiap kota madya mendapatkan jatah. Bahkan daerah-daerah 3T (Tertinggal, Terdepan, Terluar) juga tidak terlewat.

"Ini wujud kehadiran negara di tengah masyarakat. Bahwa Presiden tidak hanya memerintah dari Jakarta, tapi juga berbagi kebahagiaan hingga ke pelosok," kata Juri.

Penutup: Iduladha 2026, Momen Berbagi dan Membangun Peternakan Lokal

Iduladha selalu menjadi momen berbagi. Namun di tahun 2026 ini, Presiden Prabowo Subianto memberikan makna lebih: berbagi sambil membangun. Dengan membeli sapi dari peternak lokal, pemerintah mendorong kemandirian peternakan nasional. Dengan mendistribusikan ke seluruh daerah, pemerintah memastikan kebahagiaan merata.

"Selamat Hari Raya Iduladha 1447 H. Semoga daging kurban ini bisa dinikmati oleh masyarakat yang membutuhkan," ujar Juri mengakhiri.

1.098 sapi. Rp100 miliar lebih. Puluhan juta masyarakat penerima manfaat. Itulah Iduladha ala Presiden Prabowo.

Tags

Terkini