berita

Iskandar Terpilih Jadi Ketua Umum SWI Periode 2026-2031, Raup 49 Suara di Munas Boyolali

Kamis, 21 Mei 2026 | 18:47 WIB

BOYOLALI, Indoindonesia.com — Organisasi wartawan Sekretariat Bersama Wartawan Indonesia (SWI) resmi memiliki pimpinan baru untuk lima tahun ke depan. Musyawarah Nasional (Munas) SWI yang digelar pada Rabu (20/5/2026) malam di Ballroom Hotel Front One The Andia, Boyolali, Jawa Tengah, menetapkan Iskandar, S.Sos sebagai Ketua Umum periode 2026-2031.

Proses pemilihan berlangsung dinamis dan penuh dengan agenda musyawarah. Dari dua kandidat yang mendaftar sebagai bakal calon ketua umum, hanya satu yang berhasil lolos dalam tahapan fit and proper test yang dilakukan oleh panitia musyawarah nasional.

"Kita akan melanjutkan proses pemilihan Ketua Umum SWI dengan satu calon tunggal yang lolos dalam fit and proper test karena calon lainnya dinyatakan gugur," ujar A. Muchlis R selaku Pimpinan Sidang Munas didampingi empat anggota pimpinan sidang lainnya.

Perolehan Suara: 49 Mendukung, 4 Abstain, 3 Tidak Sah

Setelah melalui proses pemungutan suara secara tertutup, hasil akhir menunjukkan dukungan yang kuat terhadap calon tunggal tersebut. Dari total 56 suara yang menjadi kuorum, Iskandar berhasil meraih 49 suara.

Sementara itu, 4 suara dinyatakan abstain dan 3 suara lainnya tidak sah. Dengan perolehan ini, Iskandar resmi terpilih sebagai Ketua Umum SWI untuk periode 2026 hingga 2031.

"Iskandar, S.Sos, terpilih sebagai Ketua Umum Sekber Wartawan Indonesia (SWI) Periode 2026-2031 melalui Rapat Pemilihan Ketua Umum SWI dalam Musyawarah Nasional (MUNAS) SWI 2026 metode Pemungutan Suara secara Tertutup," ujar pimpinan sidang membacakan hasil keputusan.

Iskandar: Pemimpin Harus Mampu Mempersatukan dan Mensejahterakan

Usai penetapan dirinya sebagai ketua umum terpilih, Iskandar menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada seluruh peserta munas yang telah memberikan kepercayaan kepadanya.

"Kita membutuhkan pemimpin yang mampu mempersatukan dan mensejahterakan. Wartawan juga harus profesional dalam mengawal informasi publik," ungkap Iskandar dalam sambutan pertamanya sebagai Ketua Umum SWI.

Pernyataan ini menjadi semacam komitmen awal dari kepemimpinan Iskandar ke depan. Persatuan dan kesejahteraan menjadi dua kata kunci yang ia tekankan di hadapan para peserta munas yang hadir dari berbagai daerah.

Pengambilan Sumpah dan Penyerahan Bendera Pataka

Prosesi penetapan Ketua Umum SWI 2026-2031 tidak hanya berhenti pada pengumuman hasil pemungutan suara. Acara dilanjutkan dengan pengambilan sumpah janji Ketua Umum terpilih, yang disaksikan oleh Herry Budiman selaku Pendiri SWI serta seluruh peserta munas.

Momen puncak dari rangkaian acara tersebut adalah penyerahan Bendera Pataka SWI. Bendera yang menjadi simbol organisasi ini diserahkan sebagai tanda dimulainya tugas Iskandar dalam menjalankan roda organisasi SWI ke depan.

Penyerahan bendera pataka ini memiliki makna simbolis yang mendalam. Ia menandakan estafet kepemimpinan telah resmi berpindah, dan amanah untuk membesarkan SWI selama lima tahun ke depan kini berada di pundak Iskandar.

Peserta Munas dari Berbagai Daerah

Munas SWI 2026 di Boyolali ini dihadiri oleh perwakilan pengurus SWI dari berbagai wilayah di Indonesia. Kehadiran mereka menunjukkan bahwa organisasi ini memiliki jangkauan yang luas dan representasi yang kuat.

Para peserta yang hadir antara lain berasal dari:

DPW (Dewan Pimpinan Wilayah):

· Sumatera Selatan
· Jawa Timur
· Kalimantan Selatan
· Lampung
· Jawa Tengah

DPD (Dewan Pimpinan Daerah):

· Depok
· OKI (Ogan Komering Ilir)
· Jepara
· Karawang
· Ciamis
· Bireun
· Halmahera Selatan
· Aceh Bener Meriah
· Temanggung
· Karanganyar
· Pekalongan
· Demak
· OKU Timur (Ogan Komering Ulu Timur)
· Batang
· Sidoarjo
· Aceh Tamiang
· Boyolali
· Tangerang
· Kudus
· Blora

Keberagaman asal daerah peserta ini menunjukkan bahwa SWI memiliki struktur organisasi yang tersebar dari Sabang sampai Merauke, dengan anggota yang tersebar di berbagai provinsi dan kabupaten/kota di Indonesia.

Dinamika Pemilihan yang Riuh

A. Muchlis R, selaku pimpinan sidang, mengakui bahwa proses pemilihan ketua umum kali ini berlangsung dengan dinamika yang cukup riuh. Namun demikian, seluruh rangkaian acara dapat berjalan dengan lancar dan kondusif.

"Alhamdulillah, musyawarah nasional ini bisa berjalan dengan baik. Meskipun ada dinamika, kita semua mengedepankan kepentingan organisasi di atas kepentingan pribadi," ujar Muchlis.

Ia juga mengapresiasi partisipasi aktif dari seluruh peserta munas yang telah menggunakan hak suaranya dengan penuh tanggung jawab.

Herry Budiman: SWI Harus Terus Berkontribusi untuk Wartawan Indonesia

Herry Budiman, selaku Pendiri SWI yang turut menyaksikan jalannya munas, berpesan agar SWI ke depan dapat terus memberikan kontribusi positif bagi perkembangan dunia kepenyiaran dan jurnalistik di Indonesia.

"SWI lahir sebagai wadah untuk mempersatukan wartawan Indonesia. Saya berharap di bawah kepemimpinan baru ini, SWI semakin jaya dan bermanfaat bagi anggotanya serta masyarakat luas," pesan Herry.

Ia juga mengingatkan bahwa wartawan memiliki peran strategis dalam mengawal demokrasi dan menyampaikan informasi yang benar kepada publik. Oleh karena itu, organisasi wartawan seperti SWI harus terus memperkuat kapasitas dan profesionalisme anggotanya.

Arah Baru SWI di Bawah Kepemimpinan Iskandar

Dengan terpilihnya Iskandar sebagai ketua umum, publik menanti arah baru yang akan dibawa oleh organisasi SWI ke depan. Iskandar sendiri telah menyampaikan komitmennya untuk mempersatukan dan mensejahterakan anggota.

Beberapa isu strategis yang kemungkinan akan menjadi perhatian SWI ke depan antara lain:

Pertama, penguatan kapasitas wartawan anggota SWI melalui berbagai program pelatihan dan pendidikan jurnalistik. Profesionalisme wartawan adalah kunci untuk menghasilkan berita-berita yang berkualitas.

Kedua, peningkatan kesejahteraan wartawan. Banyak wartawan, terutama di daerah, yang masih hidup dengan penghasilan minim. SWI diharapkan dapat menjadi advokat bagi kesejahteraan anggotanya.

Ketiga, penguatan jaringan dan kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk pemerintah, swasta, dan organisasi pers lainnya. Kolaborasi yang baik akan memperkuat posisi SWI di kancah nasional.

Keempat, pembelaan terhadap kebebasan pers dan perlindungan wartawan yang mengalami intimidasi atau kekerasan dalam menjalankan tugas jurnalistiknya.

Penutup: Babak Baru SWI

Munas SWI 2026 di Boyolali telah usai. Iskandar resmi memimpin organisasi ini untuk periode 2026-2031. Kini, babak baru dimulai. Seluruh anggota SWI dan pemangku kepentingan lainnya menanti realisasi dari janji-janji kampanye dan komitmen yang telah disampaikan.

Kepada Iskandar, amanah berat telah dipikulkan di pundaknya. Tugas mempersatukan dan mensejahterakan wartawan anggota SWI bukanlah pekerjaan mudah. Namun dengan dukungan dari seluruh pengurus dan anggota, bukan hal yang mustahil untuk diwujudkan.

-
Raih 49 suara dari 56 kuorum, Iskandar unggul telak dalam pemilihan ketua umum.

Sekretariat Bersama Wartawan Indonesia, dengan kepemimpinan barunya, diharapkan dapat terus menjadi organisasi yang kredibel, profesional, dan bermanfaat bagi dunia kepers Indonesia.

Tags

Terkini