berita

Boyolali Jadi Tuan Rumah Puncak HKPS 2026, Bupati Agus Irawan Tekankan Sinergi Pers untuk Berita Positif

Selasa, 19 Mei 2026 | 17:36 WIB
Bupati Boyolali Agus Irawan menjadi tuan rumah puncak HKPS 2026 dan Munas SWI. Tema

Boyolali, indoindikator.com – Boyolali, kabupaten yang dikenal dengan hawa sejuk dan pemandangan alamnya yang indah, pada Selasa (19/5/2026) bertransformasi menjadi pusat perhatian nasional. Ribuan insan pers dari berbagai daerah berkumpul di IKM Kampus Kopi, Desa Banyuanyar, Kecamatan Ampel, untuk memperingati Puncak Hari Kebebasan Pers Sedunia (HKPS) 2026 sekaligus menggelar Musyawarah Nasional (Munas) Sekretariat Bersama (Sekber) Wartawan Indonesia.

Acara yang mengusung tema "Pers Mengabdi Untuk Negeri" ini berlangsung meriah, penuh makna, dan meninggalkan kesan mendalam bagi seluruh peserta.

Bupati Agus Irawan: Boyolali Bangga Jadi Tuan Rumah

Bupati Boyolali, Agus Irawan, dalam sambutannya menyampaikan rasa bangga dan terima kasih kepada Sekber Wartawan Indonesia yang telah memilih Boyolali sebagai lokasi penyelenggaraan acara nasional ini.

"Kami bersyukur Boyolali telah menjadi tempat penyelenggaraan Puncak Hari Kemerdekaan Pers Sedunia 2026 yang digelar oleh rekan-rekan SWI. Pemerintah juga terus bekerjasama untuk memberikan pemberitaan yang positif," ungkapnya.

Bupati yang akrab disapa Agus Irawan ini menegaskan bahwa sinergi antara pemerintah dan pers adalah kunci keberhasilan pembangunan daerah.

"Tanpa pers, informasi program pembangunan tidak akan sampai ke masyarakat. Dan tanpa informasi yang akurat, masyarakat tidak bisa berpartisipasi secara optimal. Makanya kita harus terus bersinergi," jelasnya.

Komitmen Boyolali Perkuat Pertanian dan Peternakan

Dalam dialog dengan warga, Bupati Agus Irawan menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Boyolali saat ini tengah fokus memperkuat dua sektor utama: pertanian dan peternakan.

"Boyolali adalah daerah agraris. Sebagian besar mata pencaharian masyarakat adalah petani dan peternak. Kami ingin sektor ini semakin kuat, agar ketahanan pangan di Boyolali terjaga," ujar Bupati.

Beberapa program unggulan yang disampaikan antara lain:

· Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk anak-anak sekolah
· Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih sebagai penggerak ekonomi desa
· Cek Kesehatan Gratis untuk warga
· Beasiswa dan bantuan pendidikan

Bupati juga mengajak masyarakat dan insan pers untuk ikut mengawal program-program ini agar berjalan sesuai target dan tepat sasaran.

Supiyat Nasir: HKPS 2026 Beda dari Sebelumnya

Sementara itu, Ketua Panitia, Prof. Dr. Ir. Supiyat Nasir, MBA, mengungkapkan bahwa peringatan HKPS tahun ini memiliki suasana yang berbeda dari tahun-tahun sebelumnya.

"Kami bersyukur pada hari ini bisa terselenggara acara Peringatan HKPS 2026 dan Munas SWI dengan suasana yang berbeda. Kita menggelar serangkaian acara yang mendukung ketahanan pangan dalam Peringatan HKPS 2026 dan Munas SWI," ujarnya.

Menurut Prof. Supiyat, keterlibatan pers dalam mendukung ketahanan pangan adalah bentuk nyata dari tema "Pers Mengabdi Untuk Negeri".

"Pers tidak hanya memberitakan tentang kebijakan pangan, tetapi juga bisa turun langsung, berkolaborasi dengan petani, dan menyuarakan aspirasi mereka. Ini yang kita lakukan di Boyolali," jelasnya.

Rangkaian Acara HKPS 2026 dan Munas SWI

Peringatan HKPS 2026 dan Munas SWI di Boyolali tidak hanya berisi sambutan dan seremonial. Ada berbagai rangkaian acara yang sarat makna, antara lain:

1. Dialog Kebangsaan dengan tema "Peran Pers dalam Pembangunan Nasional"
2. Lokakarya Jurnalistik untuk meningkatkan kompetensi wartawan
3. Penanaman pohon di lahan kritis sebagai bentuk kepedulian lingkungan
4. Pasar Rakyat yang menjual produk-produk petani dan peternak lokal
5. Bakti sosial untuk warga kurang mampu
6. Pameran teknologi pertanian dan peternakan

"Kami ingin acara ini tidak hanya seremonial, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Boyolali," ujar salah satu panitia.

Perwakilan Menteri dan Pejabat Pusat Hadir

Acara yang digelar di IKM Kampus Kopi ini juga dihadiri oleh perwakilan dari pemerintah pusat, yaitu Perwakilan Menteri Desa dan PDT RI serta Perwakilan Menteri Pertanian RI. Kehadiran mereka menunjukkan bahwa pemerintah pusat mendukung penuh kegiatan ini.

Dalam sambutannya, perwakilan Menteri Desa menyampaikan apresiasi kepada Sekber Wartawan Indonesia yang telah memilih Boyolali sebagai lokasi acara.

"Desa Banyuanyar adalah contoh desa yang maju dengan koperasi dan usaha mikro yang berkembang. Ini adalah lokasi yang tepat untuk mengingatkan kita semua bahwa pembangunan harus dimulai dari desa," ujarnya.

Herry Budiman: SWI Terus Berkontribusi untuk Bangsa

Plt. Ketua Umum Sekber Wartawan Indonesia, Ir. Herry Budiman, dalam sambutannya menegaskan bahwa SWI akan terus berkontribusi untuk bangsa Indonesia melalui karya-karya jurnalistik yang berkualitas.

"Kami hadir bukan untuk mencari sensasi. Kami hadir untuk mengabdi. Melalui pers, kami mencerdaskan bangsa, mengawal demokrasi, dan ikut membangun negeri," tegas Herry Budiman.

Ia juga menyampaikan bahwa Munas SWI yang digelar bersamaan dengan HKPS 2026 akan menghasilkan rekomendasi-rekomendasi penting untuk pengembangan pers di Indonesia.

"Munas ini akan merumuskan program kerja ke depan. Kami ingin SWI semakin solid dan profesional," tambahnya.

Masyarakat Boyolali Antusias

Masyarakat Desa Banyuanyar dan sekitarnya tampak antusias menyambut acara ini. Sejak pagi, mereka sudah berdatangan ke IKM Kampus Kopi, ada yang sebagai peserta, ada yang sekadar ingin melihat acara.

"Seneng banget desa kami didatangi banyak orang, ada wartawan dari mana-mana. Jadi desa kami makin dikenal," ujar Siti (45), warga Desa Banyuanyar.

Para pedagang kecil di sekitar lokasi juga merasakan berkah ekonomi dari acara ini. Dagangan seperti kopi, makanan ringan, dan jajanan tradisional laris manis dibeli para peserta.

Penutupan dengan Semangat Persatuan

Acara puncak HKPS 2026 dan Munas SWI ditutup dengan pembentangan bendera Merah Putih sepanjang 1000 meter. Ratusan peserta dari berbagai elemen berpartisipasi dalam prosesi ini.

Momen ini menjadi simbol bahwa pers Indonesia, pemerintah, dan masyarakat bersatu untuk Indonesia yang lebih baik. Kebebasan pers bukanlah kebebasan tanpa batas, tetapi kebebasan yang bertanggung jawab dan berpihak pada kepentingan rakyat.

Kesimpulan

Peringatan HKPS 2026 di Boyolali berhasil menunjukkan bahwa pers Indonesia memiliki semangat yang tinggi untuk terus mengabdi kepada negeri. Di tengah tantangan era digital, pers tetap tegak berdiri, menyajikan informasi yang benar, dan menjadi pilar keempat demokrasi.

Boyolali telah menjadi saksi. Dan semangat "Pers Mengabdi Untuk Negeri" akan terus bergema di seluruh penjuru Indonesia.

Baca juga:

Polres Malang Gelar Forum Konsultasi Publik, Wujudkan Pelayanan Prima hingga Dukungan SIM Inklusif.

Tags

Terkini