berita

Sempat Ditawari Beasiswa ke China, Peserta LCC Josepha Alexandra Ternyata Satu Almamater dengan Anggota MPR yang Mengundangnya ke Jakarta

Rabu, 13 Mei 2026 | 22:11 WIB
Josepha Alexandra bersama sembilan rekannya dari SMAN 1 Pontianak usai tiba di Jakarta.

Jakarta, Indoindikator.com – Kisah Josepha Alexandra, siswa SMAN 1 Pontianak yang berani memprotes ketidakadilan dalam Lomba Cerdas Cermat (LCC) 4 Pilar MPR RI di Kalimantan Barat, terus menyita perhatian publik. Terbaru, Josepha bersama sembilan rekannya telah tiba di Jakarta dan bertemu langsung dengan anggota MPR RI, Rifqinizamy Karsayuda atau disapa Bang Rifqi.

Pertemuan yang berlangsung pada Rabu (13/5/2026) ini menjadi babak baru dari kisah yang bermula dari sebuah protes viral di ruang lomba tingkat provinsi.

Kronologi Singkat: Protes di LCC Kalbar

Insiden ini bermula pada ajang final LCC 4 Pilar MPR tingkat Provinsi Kalimantan Barat, Sabtu (9/5/2026). Josepha yang mewakili SMAN 1 Pontianak di Grup C, mendapati perlakuan yang menurutnya tidak adil dari dewan juri.

Seorang juri bernama Dyastasita Widya Budi, yang merupakan Kepala Biro Pengkajian Setjen MPR RI, memberikan nilai -5 untuk Grup C. Sementara itu, Grup B dari SMAN 1 Sambas yang memberikan jawaban serupa mendapatkan nilai 10.

Josepha pun angkat bicara dan memprotes keputusan tersebut. Dyastasita beralasan perbedaan nilai disebabkan oleh faktor "artikulasi" dalam penyampaian jawaban. Alasan ini dinilai publik tidak masuk akal dan memicu gelombang kritik di media sosial.

Rifqinizamy Karsayuda Bertindak Cepat

Mengetahui rekaman video protes Josepha viral, anggota MPR RI asal Kalimantan Barat, Rifqinizamy Karsayuda, segera mengambil langkah. Ia menghubungi Josepha secara daring, menyampaikan permohonan maaf, dan mengundangnya beserta tim ke Jakarta.

"Josepha Alexandra atau Ocha dan 9 temannya 1 regu Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar MPR RI dari SMA Negeri 1 Pontianak telah tiba di Jakarta," tulis Rifqi di akun Instagram pribadinya @bang.rifqi.mrk.

Ia menambahkan, "Sebagai senior mereka satu almamater, saya menyambut mereka dengan hangat dan memberi apresiasi atas keteguhan sikap dan keberanian mereka mempertahankan kebenaran."

Tawaran Menarik: Beasiswa Kuliah Gratis ke China

Dalam video call yang dilakukan sebelum keberangkatan, tepatnya pada Selasa (12/5/2026), Rifqi memberikan beberapa janji kepada Josepha. Selain permohonan maaf secara institusi dari MPR, ia juga menawarkan sesuatu yang cukup mengejutkan.

"Yang ketiga kalau Josepha berkenan, Abang mau kasih beasiswa kuliah gratis ke China. Nanti tolong kasih tahu orang tua," ujar Rifqi dalam video yang diunggah di akun Instagramnya.

Mendengar tawaran tersebut, Josepha tampak mengangguk dan tersenyum. Ia mengaku senang namun akan berdiskusi terlebih dahulu dengan orang tuanya.

Tawaran beasiswa ini langsung menjadi perbincangan hangat di media sosial. Sebagian publik mengapresiasi niat baik Rifqi, namun sebagian lainnya mempertanyakan apakah tawaran tersebut merupakan bentuk kompensasi atas insiden yang terjadi.

Dijadwalkan Bertemu Ketua MPR Ahmad Muzani

Kunjungan Josepha cs ke Jakarta ternyata tidak hanya bertemu dengan Rifqi. Mereka juga dijadwalkan untuk menghadap Ketua MPR RI, Ahmad Muzani, bersama sejumlah pejabat MPR lainnya.

"Mereka dijadwalkan bertemu Ketua MPR RI dan beberapa pejabat lainnya," terang Rifqi.

Pertemuan puncak ini diharapkan menjadi ajang klarifikasi resmi dari institusi MPR sekaligus evaluasi terhadap pelaksanaan LCC 4 Pilar di daerah.

Apa Kata MPR Soal Insiden Ini?

Hingga berita ini diturunkan, MPR RI belum mengeluarkan pernyataan resmi tertulis terkait insiden di Kalbar. Namun, langkah cepat Rifqi dalam mengundang Josepha cs ke Jakarta dinilai sebagai bentuk respons positif.

Publik berharap insiden ini tidak berhenti sekadar pertemuan simbolis. Perubahan nyata dalam mekanisme penjurian LCC 4 Pilar MPR di masa depan menjadi tuntutan utama, agar tidak ada lagi peserta yang mengalami perlakuan tidak adil seperti yang dialami Josepha Alexandra.

Sementara itu, Josepha dan sembilan rekannya menikmati kunjungan pertama mereka ke Jakarta. Bagi mereka, ini adalah pengalaman berharga sekaligus pengakuan atas keberanian memperjuangkan keadilan.

Baca juga:

Rawan Kecelakaan, Kades Sukonolo Desak Dishub dan Polres Pasang Rambu di Jalan Berlubang Kabupaten Malang

Tags

Terkini