JAKARTA, indoindikator.com — Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika mengeluarkan peringatan banjir rob Mei 2026 akibat bulan purnama yang berpotensi meningkatkan ketinggian air laut maksimum di sejumlah wilayah pesisir Indonesia.
Fenomena fase bulan purnama pada 2 Mei 2026 memicu kenaikan pasang air laut. Kondisi ini berpotensi menimbulkan banjir pesisir atau rob yang dapat mengganggu aktivitas masyarakat.
BMKG Jelaskan Dampak Kenaikan Air Laut
BMKG menegaskan bahwa kenaikan muka air laut akan berdampak langsung pada berbagai aktivitas pesisir. Aktivitas pelabuhan, permukiman warga, hingga tambak garam dan perikanan darat berisiko terganggu.
Selain itu, BMKG meminta masyarakat aktif memantau informasi cuaca maritim. Langkah ini penting agar warga dapat menyesuaikan aktivitas dengan kondisi pasang maksimum.
Wilayah Pesisir Indonesia Masuk Zona Risiko
BMKG mencatat peringatan banjir rob Mei 2026 akibat bulan purnama mencakup banyak wilayah pesisir di Indonesia. Wilayah tersebut meliputi pesisir Sumatera, Kepulauan Riau, Bangka Belitung, Banten, Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, hingga Nusa Tenggara.
Selanjutnya, potensi rob juga menjangkau pesisir Kalimantan, Sulawesi Utara, dan Maluku. Rentang waktu kejadian bervariasi di tiap daerah, mulai 28 April hingga pertengahan Mei 2026.
Sebagai contoh, pesisir Jakarta dan Jawa Barat berpotensi mengalami rob pada 1–7 Mei 2026. Sementara itu, pesisir Semarang dan Demak diprediksi terdampak pada 5–12 Mei 2026.
Warga Diminta Tingkatkan Kewaspadaan
BMKG menekankan pentingnya kesiapsiagaan masyarakat menghadapi peringatan banjir rob Mei 2026 akibat bulan purnama. Warga pesisir diminta mengantisipasi dampak pasang maksimum sejak dini.
Kemudian, nelayan dan pelaku usaha pesisir diimbau menyesuaikan aktivitas operasional. Langkah ini dapat mengurangi risiko kerugian akibat banjir rob.
Dengan kewaspadaan yang baik, masyarakat dapat meminimalkan dampak banjir pesisir sekaligus menjaga keselamatan selama periode pasang tinggi berlangsung.