Siswa Sambut Positif Sistem Prasmanan
Salah satu siswa menyampaikan tanggapan terhadap sistem tersebut. Ia menilai makanan terasa lebih segar.
“Aku suka karena makan begini makanannya jadi lebih fresh,” ujarnya.
Namun, ia juga mencatat pengalaman antre sebagai bagian dari sistem.
“Suka, tapi jadinya lama. Kalau di ompreng kan dianter terus langsung bisa makan, kalau ini pake antre dulu,” tambahnya.
Standar Keamanan Pangan Tetap Jadi Prioritas
SPPG Polri Pejaten menjaga kualitas makanan dengan ketat. Tim ahli gizi melakukan uji organoleptik secara langsung. Selain itu, tim Dokpol menguji aspek keamanan pangan.
Panitia juga menerapkan sistem antrean tertib. Langkah ini memastikan distribusi berjalan lancar sekaligus melatih kedisiplinan siswa.
Program MBG Libatkan UMKM dan Terus Berkembang
SPPG Polri melibatkan pelaku UMKM dalam penyediaan bahan pangan. Selain itu, tim memanfaatkan bahan lokal untuk mendukung ekonomi masyarakat.
Program MBG Polri terus berkembang secara nasional. Saat ini terdapat 661 unit operasional, 170 tahap persiapan, dan 502 tahap pembangunan. Total keseluruhan mencapai 1.333 unit.
Ke depan, Polri menargetkan penambahan 170 unit di wilayah terpencil. Dengan langkah tersebut, total unit akan mencapai 1.503.
Evaluasi Jadi Dasar Pengembangan Program
SPPG Polri akan mengevaluasi hasil uji coba ini. Tim kemudian menggunakan hasil evaluasi sebagai dasar pengembangan program.
Melalui langkah ini, Polri ingin menghadirkan sistem MBG yang lebih adaptif. Selain itu, program ini diharapkan memberi dampak luas bagi pemenuhan gizi dan pembentukan karakter generasi muda.