berita

Jatim Dikepung Bencana: 740 KK Terdampak Banjir di Pasuruan, Angin Kencang Rusak Rumah di Malang

Selasa, 14 April 2026 | 13:38 WIB
[gallery link="file" size="large" ids="2608,2612"]


Malang Raya - Hujan lebat yang disertai angin kencang dalam beberapa hari terakhir memicu kecemasan warga di sejumlah daerah Jawa Timur. Cuaca ekstrem datang tiba-tiba dan langsung mengganggu aktivitas serta merusak permukiman.


Banjir Rendam Ratusan KK di Pasuruan


Luapan sungai di Kabupaten Pasuruan merendam ratusan rumah warga pada Minggu (12/4). Banjir ini berdampak pada sedikitnya 740 kepala keluarga di tujuh desa dan kelurahan.


Air menggenangi permukiman selama beberapa jam sebelum mulai surut di sejumlah titik. Meski begitu, warga tetap harus membersihkan lumpur dan menyelamatkan barang-barang mereka.


Petugas setempat terus bersiaga untuk mengantisipasi banjir susulan, terutama jika hujan kembali turun dengan intensitas tinggi.


Angin Kencang Rusak Rumah di Malang


Angin kencang menerjang Desa Tanjungtirto, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang, pada hari yang sama. Peristiwa ini merusak sedikitnya 16 rumah warga.


Kerusakan mencakup 10 rumah rusak ringan, lima rusak sedang, dan satu rusak berat. Warga bersama petugas langsung membersihkan material yang berserakan dan memperbaiki kerusakan awal.


[gallery size="large" ids="2614,2611,2609"]

BNPB: Cuaca Ekstrem Picu Bencana


Badan Nasional Penanggulangan Bencana mencatat cuaca ekstrem masih mendominasi kejadian bencana di berbagai wilayah Indonesia hingga Senin (13/4/2026) pagi.


Angin kencang juga melanda Kabupaten Semarang, Grobogan, dan Rembang di Jawa Tengah. Peristiwa tersebut merusak puluhan rumah warga.


Di Kabupaten Purbalingga, tanah longsor menewaskan satu orang dan menyebabkan satu warga mengalami luka ringan.


Bencana Meluas ke Luar Jawa


Banjir juga merendam puluhan rumah di Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah, setelah hujan lebat mengguyur wilayah tersebut.

Halaman:

Terkini