berita

PPIC DAN POLTEKBANG MEDAN BERKOLABORASI DENGAN TELKOM UNIVERSITY PERKUAT RISET TERAPAN INDUSTRI AVIASI

Jumat, 27 Februari 2026 | 14:03 WIB
DARI RISET UNTUK PENERBANGAN INDONESIA YANG LEBIH MAJU Siapa sangka, di balik kokpit pesawat dan menara kontrol yang canggih, ada tim peneliti handal yang memastikan semuanya berjalan aman dan efisien? ✈️? Kabar membanggakan datang dari Politeknik Penerbangan Indonesia (PPI) Curug dan Politeknik Penerbangan (Poltekbang) Medan! Kedua institusi pendidikan vokasi di bawah Kementerian Perhubungan ini berhasil meraih penghargaan Adi Mitra Pratama Puraskara dari Center of Excellence AILO Telkom University. PPI Curug meraih Peringkat I, dan Poltekbang Medan meraih Peringkat II Kategori Institusi Pendidikan. Luar biasa! ?? Penghargaan ini bukan datang tiba-tiba. Sepanjang tahun 2025, kedua kampus ini berkolaborasi intensif dengan Telkom University mengembangkan riset terapan berbasis Artificial Intelligence (AI) dan Cyber Security yang langsung menyasar kebutuhan industri aviasi. Hasilnya? Berbagai inovasi lahir, seperti sistem pembelajaran yang dipersonalisasi dengan AI, pengamanan siber untuk laboratorium simulasi penerbangan, hingga model optimasi data untuk efisiensi operasional.

Tangerang, Indoindikator.com  – Komitmen terhadap penguatan inovasi teknologi penerbangan ditegaskan oleh Politeknik Penerbangan Indonesia (PPI) Curug dan Politeknik Penerbangan (Poltekbang) Medan melalui kolaborasi strategis bersama Telkom University. Sepanjang tahun 2025, ketiga institusi secara aktif mengembangkan berbagai program penelitian kolaboratif berbasis Artificial Intelligence (AI) dan Cyber Security yang dirancang sesuai kebutuhan industri aviasi modern.

Kolaborasi ini tidak hanya berhenti pada pengembangan teknologi semata, tetapi juga mencakup integrasi kurikulum AI dan keamanan siber ke dalam sistem pembelajaran di lingkungan pendidikan vokasi penerbangan. Langkah ini diambil sebagai respons terhadap pesatnya transformasi digital yang terjadi di sektor transportasi udara nasional, di mana kebutuhan akan sumber daya manusia yang melek teknologi dan mampu mengoperasikan sistem berbasis digital menjadi semakin krusial.

Berbagai inovasi telah dihasilkan sepanjang tahun 2025, antara lain sistem pembelajaran berbasis AI yang dirancang khusus untuk mendukung pendidikan vokasi penerbangan. Sistem ini memungkinkan personalisasi materi ajar dan evaluasi kemampuan peserta didik secara real-time. Selain itu, penguatan sistem keamanan siber pada operasional pendidikan dan laboratorium simulasi penerbangan juga menjadi fokus utama, mengingat ancaman siber yang semakin kompleks di era digital. Tim peneliti juga mengembangkan model optimasi berbasis data untuk mendukung efisiensi operasional di lingkungan kampus dan simulasi industri.

Yang membanggakan, inovasi-inovasi tersebut tidak hanya berhenti pada tataran akademik. Hasil riset telah diimplementasikan dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat dan dipublikasikan melalui jurnal-jurnal ilmiah bereputasi, menunjukkan bahwa kolaborasi ini menghasilkan dampak nyata yang dirasakan oleh masyarakat luas dan memperkaya khazanah ilmu pengetahuan di bidang penerbangan.

Kepala Pusat Pengembangan SDM Perhubungan Udara (PPSDMPU), M. Abrar Tuntalanai, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas inisiatif kolaboratif ini. Ia menegaskan bahwa perguruan tinggi penerbangan di lingkungan Kementerian Perhubungan terus berupaya melakukan transformasi yang semakin progresif serta berbasis inovasi dengan membangun kolaborasi bersama dunia akademik dan industri.

"Sinergi riset dan inovasi yang dibangun melalui PPI Curug dan Poltekbang Medan menunjukkan bahwa perguruan tinggi vokasi penerbangan mampu beradaptasi dengan era digital. Kolaborasi strategis ini diharapkan terus berkembang untuk mendukung transformasi digital sektor transportasi udara serta memperkuat daya saing sumber daya manusia Indonesia di tingkat global," pungkas Abrar dengan penuh optimisme.

Semangat inovasi yang konsisten ini membuahkan hasil manis. Pada Senin, 9 Februari 2026, di Gedung Bangkit Telkom University, Bandung, PPI Curug dan Poltekbang Medan menerima penghargaan Adi Mitra Pratama Puraskara masing-masing sebagai Peringkat I dan Peringkat II Kategori Institusi Pendidikan. Penghargaan ini diberikan oleh Center of Excellence (CoE) Artificial Intelligence for Learning and Optimization (AILO) Telkom University dalam ajang AILO Research Forum and Adi Puraskara Awards. Penghargaan ini menjadi pengakuan resmi atas kontribusi nyata inovasi riset terapan yang berdampak langsung pada penguatan industri penerbangan nasional.

Direktur Poltekbang Medan, Agus Pramuka, yang hadir langsung menerima penghargaan, menyampaikan bahwa inovasi menjadi fondasi utama transformasi pendidikan vokasi penerbangan. Ia menekankan pentingnya riset yang aplikatif.

"Kami mendorong agar riset tidak hanya bersifat teoritis, tetapi menghasilkan solusi aplikatif bagi industri. Kolaborasi AI dan Cyber Security ini memperkuat kesiapan lulusan dalam menghadapi ekosistem penerbangan yang semakin terdigitalisasi. Penghargaan ini menjadi validasi bahwa inovasi yang kami bangun berada di jalur yang tepat," ujar Agus penuh syukur.

Senada dengan hal tersebut, Direktur PPI Curug, Capt. Megi H. Helmiadi, di tempat terpisah menegaskan bahwa melalui peran aktif, PPI Curug terus membangun budaya riset yang adaptif terhadap perkembangan teknologi global. Ia melihat penghargaan ini sebagai motivasi untuk terus melangkah maju.

"Kami percaya bahwa pengembangan teknologi berbasis AI dan Cyber Security merupakan kebutuhan strategis dalam industri penerbangan modern. Penghargaan ini menjadi bukti bahwa sinergi antara perguruan tinggi vokasi dan institusi riset mampu menghasilkan inovasi yang berdampak nyata. Ke depan, PPI Curug akan terus mendorong untuk konsisten mengembangkan teknologi mutakhir di dunia penerbangan," tegas Capt. Megi.

Penghargaan ini diharapkan menjadi motivasi bagi seluruh perguruan tinggi penerbangan di Indonesia untuk terus meningkatkan kualitas riset, inovasi, dan pengabdian kepada masyarakat. Kolaborasi strategis bersama lembaga pendidikan maupun industri diyakini mampu memberikan kontribusi nyata dalam kemajuan teknologi dan pengembangan sumber daya manusia unggul di bidang penerbangan nasional, sekaligus memperkuat posisi Indonesia di kancah aviasi global.

Baca juga;

Kota Malang Raih Peringkat 7 Nasional Pengelolaan Sampah, Wahyu Hidayat: Ini Persembahan untuk Warga

Tags

Terkini