berita

Kecelakaan Maut di Jalan Raya Pattimura, Korban Jiwa Berjatuhan, Bocah 6 Tahun Masuk RS

Rabu, 18 Februari 2026 | 22:47 WIB
Anggota Unit Gakkum Sat Lantas Polres Batu yang dipimpin IPDA Agus Atang Wibowo melakukan pengukuran dan dokumentasi di lokasi kecelakaan. Terlihat dua unit sepeda motor Honda Beat yang hancur akibat terlindas truk.

Oleh: Hari Wicaksono

KOTA BATU, Indoindikator.com – Suasana sore yang biasanya diwarnai canda anak-anak dan lalu lalang warga yang hendang pulang kerja berubah menjadi pemandangan mencekam di kawasan Temas, Kota Batu. Rabu (18/02/2026) sekitar pukul 16.45 WIB, sebuah kecelakaan lalu lintas beruntun yang sangat mengerikan terjadi tepat di depan Masjid Puti Glonggong, Jalan Raya Pattimura, Kelurahan Temas, Kecamatan Batu. Sebuah truk box Isuzu bernomor polisi P 8640 UG diduga mengalami rem blong dan meluncur tak terkendali, menghancurkan lima kendaraan yang berada di depannya.

Insiden nahas ini mengakibatkan satu orang pengendara sepeda motor meninggal dunia di tempat kejadian (TKP), sementara empat orang lainnya, termasuk seorang anak perempuan berusia 6 tahun, harus dilarikan ke rumah sakit dengan luka-luka. Kerugian materi ditaksir mencapai puluhan juta rupiah.

Berdasarkan laporan resmi yang diterima awak media dari Unit Gakkum Sat Lantas Polres Batu, kecelakaan ini melibatkan lima kendaraan dan enam korban jiwa. Berikut adalah laporan lengkap yang berhasil dihimpun Jatimwarta.com dan Postindonesia.com dari lokasi kejadian.

-
Suasana mencekam di lokasi kecelakaan beruntun di Jalan Raya Pattimura, depan Masjid Puti Glonggong, Kota Batu, Rabu (18/02/2026). Sebuah truk box putih menabrak tiang listrik setelah menghantam lima kendaraan lainnya akibat rem blong.

DETIK-DETIK MENEGANG: REKAMAN CCTV DAN KESAKSIAN WARGA

Rekaman kamera pengawas (CCTV) yang beredar luas di grup-grup WhatsApp warga Batu dan Malang Raya memperlihatkan detik-detik mengerikan sebelum kecelakaan. Dalam video berdurasi 47 detik itu, tampak sebuah truk box berwarna putih meluncur dengan kecepatan tinggi dari arah utara menuju selatan (arah Bumiaji – Kota Batu).

"Truk itu melaju kencang banget, Pak. Tidak seperti biasa. Biasanya kalau jalur menurun, sopir-sopir sudah mengurangi kecepatan. Ini malah makin kencang," ujar Joko Prayitno (45), seorang pedagang es kelapa muda yang biasa berjualan di sekitar lokasi kejadian.

Warga lain, Siti Khotijah (52), yang rumahnya berada persis di seberang masjid, mengaku mendengar suara benturan keras hingga beberapa kali. "Saya kira ada tabrakan biasa, tapi pas keluar rumah, sudah ramai. Banyak orang teriak. Saya lihat motor penyok, mobil ringsek. Saya langsung telepon suami saya yang anggota linmas," tuturnya dengan wajah masih pucat.

Dari hasil penelusuran tim Postindonesia.com di lapangan, truk yang dikemudikan oleh Eko Wahyudi (33), warga Jember itu, diketahui melaju dari arah Bumiaji menuju simpang tiga Temas. Jalur tersebut dikenal sebagai jalur menurun dengan kemiringan mencapai 15 derajat dan cukup padat, terutama di jam pulang kerja.

KRONOLOGI TABRAKAN BERUNTUN VERSI POLISI

Kanit Gakkum Sat Lantas Polres Batu, IPDA Agus Atang Wibowo, S.H., saat dikonfirmasi di lokasi kejadian, menjelaskan kronologi lengkap kecelakaan berdasarkan hasil olah TKP dan keterangan saksi.

"Kami menerima laporan sekitar pukul 16.50 WIB. Begitu tiba di lokasi, kami langsung melakukan evakuasi dan olah TKP. Dari keterangan saksi dan analisis di lapangan, dugaan sementara adalah rem blong," ujar IPDA Agus Atang.

Berikut kronologi lengkap tabrakan beruntun versi Satlantas Polres Batu:

Tahap 1: Truk Kehilangan Kendali

Kendaraan R6 Truck Isuzu No.Pol P 8640 UG yang dikemudikan Eko Wahyudi melaju dari arah utara (Bumiaji) menuju selatan (Kota Batu). Saat melintas di tanjakan dan turunan sebelum Masjid Puti Glonggong, sistem pengereman truk diduga gagal berfungsi (rem blong). Sopir panik dan kehilangan kendali atas kemudi.

Tahap 2: Hantaman Pertama ke Mobil Daihatsu

Truk tersebut kemudian membentur bagian belakang Kendaraan R4 Daihatsu No. Pol N 1822 JJ yang dikemudikan oleh Gatot Susilo (41). Di dalam mobil tersebut, selain Gatot, terdapat penumpang Lilik Yuliani (42) dan anak mereka yang masih berusia 6 tahun, Syafa Adinda Yugatan Anggunia Susilo.

-
Truk putih rem blong menabrak tiang listrik di depan Masjid Puti Glonggong Batu.

Tahap 3: Hantuman Beruntun ke Grand Max dan Dua Motor

Karena laju truk belum terhenti, kendaraan berat itu terus melaju dan kembali membentur bagian belakang Kendaraan R4 Grand Max B 1613 HZM yang dikemudikan oleh Frans Ricardo Pakpahan (24), seorang mahasiswa asal Semarang yang sedang berkunjung ke Batu.

Tak berhenti di situ, truk kemudian menghantam dua unit sepeda motor Honda Beat yang sedang berada di lajur kiri:

· Sepeda motor Honda Beat N 5977 TBI yang dikendarai oleh Zezen Ardianto (42), seorang anggota Polri yang bertugas di wilayah Batu.
· Sepeda motor Honda Beat N 2996 LR yang dikendarai oleh Iwan Kurniawan (38), seorang karyawan swasta warga Kecamatan Junrejo, Kota Batu.

Tahap 4: Sopir Banting Setir, Tabrak Tiang Listrik

Setelah serangkaian benturan dahsyat, pengemudi truk, Eko Wahyudi, dalam upaya putus asa menghentikan laju kendaraannya, membanting setir ke kiri dan menabrak tiang listrik beton di pinggir jalan. Benturan keras itu akhirnya berhasil menghentikan laju truk, namun tiang listrik tersebut rubuh dan kabel listrik menjuntai ke jalan, menambah kepanikan warga.

KORBAN JIWA: Satu Meninggal, Bocah 6 Tahun Terluka

Akibat kerasnya benturan beruntun tersebut, satu orang dinyatakan meninggal dunia di lokasi kejadian, sementara lima orang lainnya mengalami luka-luka.

Korban Meninggal Dunia:

· IWAN KURNIAWAN (38), Laki-laki, karyawan swasta asal Kelurahan Tlekung, Kecamatan Junrejo, Kota Batu. Korban yang mengendarai sepeda motor Honda Beat N 2996 LR ini mengalami luka berat pada bagian kepala dan dinyatakan meninggal dunia di TKP. Jenazah korban langsung dievakuasi ke kamar jenazah RS Hasta Brata Kota Batu untuk dilakukan visum et repertum (VER).

-
1 Orang Meninggal Dunia
Atas nama IWAN KURNIAWAN (38), warga Tlekung, Junrejo. Korban tewas di tempat dengan luka kepala.

Korban Luka-luka:
Empat korban lainnya saat ini masih menjalani perawatan intensif di RS Hasta Brata Kota Batu:

1. FRANS RICARDO PAKPAHAN (24), Laki-laki, pelajar asal Semarang. Mengalami luka memar pada paha kanan dan lengan kanan.
2. ZEZEN ARDIANTO (42), Laki-laki, anggota Polri asal Perum De Daun Residence, Junrejo. Mengalami luka cidera pada kepala.
3. LILIK YULIANI (42), Perempuan, ibu rumah tangga asal Kecamatan Bumiaji. Mengalami luka trauma pada leher dan mata sebelah kanan.
4. SYAFA ADINDA YUGATAN ANGGUNIA SUSILO (6), Perempuan, pelajar TK asal Bumiaji. Bocah malang ini mengalami luka pada kaki kanan dan kiri akibat terjepit di dalam mobil Daihatsu.

"Syafa masih sangat kecil. Dia terus menangis kesakitan. Kami berharap tidak ada luka permanen pada kakinya," ungkap Gatot Susilo, ayah korban, dengan suara bergetar saat ditemui di rumah sakit.

PENYEBAB KECELAKAAN: Faktor Human Error

Dari hasil pemeriksaan sementara, pihak kepolisian menduga faktor manusia menjadi penyebab utama kecelakaan ini.

"Berdasarkan keterangan saksi dan olah TKP, untuk faktor kendaraan, alam, dan jalan tidak ditemukan pengaruh signifikan. Namun, faktor manusia, dalam hal ini pengemudi truk, diduga ceroboh dalam tata cara berkendara, terutama dalam mengantisipasi kondisi rem di jalan menurun," jelas IPDA Agus Atang mewakili Kasat Lantas Polres Batu, AKP Kevin Ibrahim, S.Tr.K., S.I.K.

Meski demikian, polisi tetap akan melakukan pemeriksaan lebih mendalam terhadap kondisi fisik kendaraan truk di Unit Gakkum untuk memastikan apakah ada faktor teknis lain yang memperparah kecelakaan, seperti sistem rem yang memang sudah tidak laik jalan sebelum keberangkatan.

---

DATA LENGKAP KECELAKAAN (Sumber: Sat Lantas Polres Batu)

Berikut data resmi yang dikeluarkan oleh Satuan Lalu Lintas Polres Batu terkait insiden ini:

· Nomor Laporan: LP/A/----/II/2026/SPKT.SATLANTAS/POLRES BATU/POLDA JAWA TIMUR.
· TKP: Jl. Raya Pattimura Kel. Temas Kec. Batu Kota Batu (Depan Masjid Puti Glonggong).
· Waktu: Rabu, 18 Februari 2026, Pukul 16.45 WIB.
· Jenis Laka: Tabrak Beruntun.
· Kendaraan Terlibat:
1. Truk Isuzu P 8640 UG (Eko Wahyudi)
2. Daihatsu N 1822 JJ (Gatot Susilo)
3. Grand Max B 1613 HZM (Frans Ricardo Pakpahan)
4. Honda Beat N 5977 TBI (Zezen Ardianto)
5. Honda Beat N 2996 LR (Iwan Kurniawan)
· Korban: 1 MD (Iwan Kurniawan), 4 Luka Ringan (Frans, Zezen, Lilik, Syafa).
· Kerugian Materi: Rp 30.000.000 (tiga puluh juta rupiah).

-
Petugas Satlantas Polres Batu melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan mengevakuasi kendaraan korban kecelakaan maut di kawasan Temas, Batu, Rabu malam (18/02/2026).

LANGKAH POLISI DAN EVAKUASI

Personel yang datang ke TKP langsung melakukan serangkaian tindakan:

1. Mengamankan lokasi kejadian dan mengatur arus lalu lintas yang sempat macet total hingga 2 jam.
2. Melakukan olah TKP dan identifikasi.
3. Mengamankan seluruh kendaraan yang terlibat sebagai barang bukti.
4. Memintakan Visum Et Repertum (VER) korban MD dan korban luka di RS Hasta Brata.
5. Memeriksa saksi-saksi di TKP, termasuk Gatot Susilo (pengemudi Daihatsu) dan Frans Ricardo Pakpahan (pengemudi Grand Max).

Tim gabungan dari PLN juga diterjunkan untuk menangani tiang listrik yang rubuh agar tidak membahayakan warga. Arus lalu lintas baru bisa kembali normal sekitar pukul 19.00 WIB setelah semua kendaraan dievakuasi menggunakan mobil derek.

IMBAUAN KASAT LANTAS: JANGAN ABAIKAN REM BLONG!

Merespons kejadian tragis ini, AKP Kevin Ibrahim, S.Tr.K., S.I.K., mengimbau kepada seluruh masyarakat, khususnya pengemudi kendaraan berat, untuk selalu waspada dan memeriksa kondisi kendaraan sebelum bepergian.

"Kami turut berduka cita yang sedalam-dalamnya atas musibah ini. Kepada keluarga korban, semoga diberikan ketabahan. Kami imbau kepada para pengemudi truk dan bus, jangan pernah mengabaikan kondisi rem, terutama jika melewati jalur pegunungan seperti di Kota Batu ini. Lakukan pengecekan rutin, pastikan rem dalam kondisi prima, dan jangan memaksakan diri jika kendaraan tidak laik jalan," tegas AKP Kevin.

Beliau juga mengingatkan agar pengemudi kendaraan pribadi selalu waspada dan menjaga jarak aman dengan kendaraan besar di depan atau belakangnya.

Baca juga;

Kayutangan Heritage hingga Klenteng Eng An Kiong Jadi Fokus Pengamanan, Polresta Malang Siapkan Rekayasa Lalin

 

Tags

Terkini