BONDOWOSO, IndoIndikator.com – Sebuah laporan keprihatinan dari masyarakat menjadi awal dari operasi kemanusiaan yang berakhir dengan momen haru reunifikasi keluarga. Polsek Tegalampel, Polres Bondowoso, membuktikan komitmennya dalam pelayanan publik dengan menyelamatkan dan memulangkan seorang santri asal Yogyakarta yang tersesat selama lima hari di wilayahnya.
Kejadian ini berawal ketika seorang santri bernama Zhiqi Ubaidilah dilaporkan kabur dari pondok pesantrennya. Lima hari kemudian, ia ditemukan dalam keadaan terlantar, tidur di salah satu masjid di wilayah Kecamatan Tegalampel oleh warga yang kemudian segera melaporkannya ke pihak berwajib.
Respon Kilat dan Koordinasi Tepat
Menerima laporan tersebut, Polsek Tegalampel di bawah pimpinan AKP Sobingan, S.H., M.H. langsung bergerak cepat. Dibantu Kanit Binmas Aiptu Doni Susanto, S.H. dan Bripka Eris Susanto, tim segera mendatangi lokasi. Prioritas utama adalah memastikan keselamatan dan kesehatan korban. Setelah kondisinya stabil, petugas melakukan identifikasi. Berbekal informasi dari korban, polisi berhasil menghubungi sang ayah, Abdullah (58 tahun), yang berdomisili di Yogyakarta.
Momen Haru Serah Terima
Proses serah terima resmi dilaksanakan di Kantor Polsek Tegalampel pada Sabtu pagi, 31 Januari 2026. Dalam momen yang mengharukan, Abdullah akhirnya dapat memeluk putra semata wayangnya yang telah hilang selama lima hari. Zhiqi dinyatakan dalam kondisi sehat walafiat. Rasa syukur yang mendalam diucapkan Abdullah kepada seluruh anggota Polsek Tegalampel. "Semoga kedepannya bisa jalin silaturahmi kembali bila bertandang ke Jogjakarta," ujarnya penuh haru.
Untuk memastikan kepulangan mereka lancar, petugas dengan sigap mengantar Abdullah dan putranya ke Terminal Bondowoso untuk perjalanan pulang menuju Yogyakarta.
Polri: Problem Solver bagi Masyarakat
Kapolsek Tegalampel, AKP Sobingan, menegaskan bahwa aksi ini adalah bentuk nyata dari fungsi Polri sebagai problem solver dan pelayan masyarakat. "Kegiatan ini merupakan bentuk nyata problem solving... Kecepatan komunikasi antara Polsek dan masyarakat menjadi kunci keberhasilan," tegasnya. Beliau juga menekankan bahwa dalam setiap kasus kemanusiaan, prioritas terbesar adalah mengembalikan korban ke keluarganya dengan selamat dan sehat.
Kisah ini bukanlah satu-satunya contoh respons cepat kepolisian di Bondowoso. Beberapa waktu sebelumnya, Polres setempat juga berhasil mengungkap kasus pencurian 44 ton gabah di Grujugan dan kasus curanmor (pencurian kendaraan bermotor) berkat respons cepat atas laporan warga. Hal ini menunjukkan pola kerja yang konsisten dalam mendengarkan dan bertindak berdasarkan aspirasi masyarakat.
-
Aksi Polsek Tegalampel ini merupakan teladan sinergi yang powerful antara kepekaan masyarakat dan profesionalisme aparat. Kolaborasi semacam ini tidak hanya menyelesaikan masalah, tetapi juga memperkuat rasa aman dan kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian.
Baca juga;
Temuan Mencurigakan di Malang: Ijazah 148 SKS dalam 6 Semester, Mungkinkah Sesuai Aturan?