Batang, Jawa Tengah, Indoindikator.com – Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur Kabupaten Batang sejak Jumat (16/1/2026) sore hingga Sabtu dini hari memicu serangkaian bencana hidrometeorologi. Berdasarkan data sementara Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Batang, bencana tanah longsor dan banjir melanda setidaknya empat kecamatan, menyebabkan sebelas warga mengungsi dan tujuh unit rumah terdampak material longsor.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Batang, Wawan Nurdiansyah, mengonfirmasi bahwa titik longsor terjadi di Desa Tombo (Kec. Bandar), Desa Reban (Kec. Reban), Desa Kecepak (Kec. Batang), dan Dukuh Wales, Desa Wonobodro (Kec. Blado). Sementara genangan banjir dengan ketinggian 30 cm hingga 1,2 meter melanda sejumlah kelurahan dan desa di Kecamatan Batang, termasuk Karangasem Utara yang paling parah dengan ribuan jiwa terdampak.
“Saat ini prioritas kami adalah keselamatan warga. Tim gabungan dari BPBD, TNI, Polri, dan relawan telah disiagakan untuk evakuasi, pendataan, dan penanganan darurat di titik-titik terdampak,” tegas Wawan saat dikonfirmasi Indoindikator, Sabtu (17/1/2026).
Data dinamik BPBD mencatat pengungsian terjadi di tiga lokasi, antara lain di Masjid Al Ikhlas Karangasem Utara dan sebuah musala di Desa Denasri Kulon. Sebagian besar pengungsi adalah kelompok rentan seperti lansia dan balita. Wawan juga mengeluarkan peringatan dini untuk warga di kecamatan rawan seperti Bawang, Tersono, Blado, dan Reban mengingat potensi cuaca ekstrem masih ada.
“Kami imbau warga di zona rawan untuk meningkatkan kewaspadaan, memantau perkembangan cuaca, dan segera menghubungi posko BPBD Batang jika membutuhkan evakuasi darurat,” pungkasnya. Hingga berita ini diturunkan, proses asesmen kerusakan dan bantuan masih terus berlangsung.