Yogyakarta, Indoindikator.com -Danone Indonesia, melalui merek AQUA dan Sarihusada, memperkuat komitmennya dalam menyediakan akses air bersih dan sanitasi yang inklusif dengan menyelenggarakan Festival Air Bersih dan Sanitasi Pesantren di Yogyakarta pada 6 Desember 2025. Acara kolaboratif bersama Sinergi Ekosistem Pesantren (SEP) dan Water.org ini menjadi wadah strategis untuk mengatasi tantangan krusial yang dihadapi banyak pesantren di Indonesia.
Festival yang dihadiri lebih dari 600 peserta dari puluhan pesantren, pemerintah, Lembaga Keuangan Mikro (LKM), dan organisasi masyarakat ini tidak hanya berfokus pada edukasi, tetapi juga pada penyediaan solusi pembiayaan inovatif. Tantangan seperti air tidak layak konsumsi, infrastruktur terbatas, dan biaya pembangunan yang tinggi menjadi perhatian utama, mengingat kondisi pesantren yang padat seringkali memaksa santri antri panjang untuk kebutuhan dasar seperti wudhu dan mandi.
Solusi Inovatif: Water Credit untuk Kemandirian Pesantren
Kunci dari festival ini adalah pengenalan dan sosialisasi skema"water credit", sebuah model pembiayaan mikro hasil kolaborasi dengan Water.org. Skema ini dirancang untuk memutus ketergantungan pada bantuan hibah semata. Melalui kemitraan dengan LKM, pesantren dapat mengakses pendanaan untuk membangun atau memperbaiki fasilitas air dan sanitasi mereka secara mandiri, fleksibel, dan berkelanjutan.
Dukungan Penuh dari Pemerintah dan Komitmen Berkelanjutan
Direktorat Jenderal Cipta Karya Kementerian PUPR melalui pernyataannya menyambut baik dan mengapresiasi inisiatif Danone Indonesia ini.Dukungan serupa juga datang dari Bupati Sleman, Harda Kiswaya, yang menegaskan bahwa program ini sejalan dengan prioritas pemerintah daerah dalam memperluas cakupan air bersih dan sanitasi layak.
Karyanto Wibowo, Senior Director Public Affairs & Sustainability Danone Indonesia, menekankan bahwa program ini adalah bagian dari mandat perusahaan untuk membawa dampak kesehatan yang lebih luas. "Pendekatan water credit bukan sekadar bantuan sesaat, tetapi bentuk pemberdayaan untuk menciptakan kemandirian dan keberlanjutan pengelolaan fasilitas air bersih di pesantren," ujarnya.
Ustad Ahmad Tazakka Bonanza dari SEP menambahkan, kondisi sanitasi yang baik justru dapat menjadi daya tarik bagi orang tua untuk menyekolahkan anaknya di pesantren. Pengalaman nyata disampaikan oleh Ustad Wahyudi Syakuri dari Pesantren Daarul Khoir yang telah merasakan manfaat water credit untuk menambah fasilitas toilet seiring bertambahnya jumlah santri.
Festival ini menjadi bukti nyata komitmen kolaboratif lintas sektor dalam mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 6: Air Bersih dan Sanitasi Layak untuk Semua. Dengan pendekatan yang memberdayakan, diharapkan lebih banyak pesantren di Indonesia dapat memiliki akses yang lebih baik terhadap sumber daya air yang aman dan layak.
Baca juga;
Dari Sumber Pitu untuk Warga Malang: Perluasan Layanan Air Bersih Diiringi Perawatan Ekosistem