berita

Fasilitas Diperbarui untuk Wisatawan, Pengelola Gunung Buthak Tata Fasilitas dan Ingatkan Keselamatan Pendaki

Minggu, 26 Oktober 2025 | 13:25 WIB
Pengelola kawasan wisata pendakian Gunung Buthak, Bokong, dan Panderman melakukan penataan fasilitas guna meningkatkan kenyamanan pengunjung. Perbaikan tersebut antara lain penyediaan tempat parkir khusus untuk kendaraan ojek.

Kota Batu, Indoindikator.com - Fasilitas Diperbarui untuk Wisatawan, Pengelola Pos Pendakian Gunung Buthak, Panderman, dan Bokong melakukan dua langkah strategis secara bersamaan: meningkatkan kenyamanan melalui penataan fasilitas dan menggalang kesadaran akan keselamatan pendakian di musim penghujan. (26/10/2025)

Langkah ini diambil untuk menciptakan pengalaman berwisata yang positif dan aman bagi seluruh pengunjung.

-
Kondisi trek yang licin pascahujan menjadi perhatian serius pengelola, yang mengimbau pendaki untuk tidak nekat mencapai puncak jika cuaca buruk

Berdasarkan penuturan Singgih Akbar, Koordinator Pos Pendakian, kepada PersIndonesia.co.id, penataan fokus pada masalah klasik: ketidakteraturan ojek wisata.

-
Singgih Akbar, Koordinator Pos Pendakian Gunung Buthak

"Kami respons keluhan pendaki. Kini, parkir ojek sudah kami sediakan tempat khususnya. Semua tertata rapi, tidak lagi 'cacakan' di jalan yang mengganggu estetika dan aksesibilitas," papar Singgih, Sabtu (26/10/2025).

Namun, di balik pembenahan infrastruktur ini, pihaknya justru menemukan tantangan lain berupa penurunan animo pengunjung. Singgih menduga, cuaca ekstrem dan trek licin menjadi penyebab utamanya. "Ini yang kami waspadai. Keselamatan adalah hal utama. Kami imbau pendaki untuk bijak. Jika tidak memungkinkan, lebih baik mendirikan tenda atau kembali. Jangan pertaruhkan nyawa hanya untuk mencapai puncak," serunya dengan nada tegas.

-
Suasana di Pos Pendakian Gunung Buthak pagi ini, terlihat lebih tertib setelah adanya penataan tempat parkir ojek.

Komitmen pengelola tidak berhenti di situ. Rencana jangka panjang telah disusun untuk mengubah wajah kawasan ini. "Kami ingin menciptakan ruang yang tidak eksklusif untuk pendaki. Ke depannya, dengan parkir, loket, warung, dan kamar mandi yang lebih baik, kami ingin masyarakat umum bisa bersantai di sini, menikmati pemandangan sambil ngopi. Ini akan menjadi destinasi wisata alternatif yang menyegarkan," tutup Singgih, optimis dengan transformasi yang sedang dijalankannya.

Tags

Terkini