berita

KLB Keracunan di MTs Al Khalifah Malang, Makanan dari Program Pemerintah Diduga Jadi Pemicu

Jumat, 24 Oktober 2025 | 10:41 WIB
Pemkab Malang Investigasi Dugaan Keracunan Usai Program Makan Bergizi Gratis di MTs Al Khalifah

KEPANJEN, Indoindikator.com – Sebanyak 16 siswa dan dua guru MTs Al Khalifah di Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang, mengalami gejala keracunan usai menyantap hidangan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG), Kamis (23/10/2025) pagi. Kejadian yang diduga kuat sebagai Keracunan Makanan (Food Poisoning) ini langsung ditindaklanjuti serius oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Malang, Budiar Anwar, mengonfirmasi bahwa pihaknya telah mengambil langkah cepat dengan mengamankan sejumlah sampel untuk ditelusuri lebih lanjut. "Kami telah mengamankan sampel makanan yang dikonsumsi, food tray (wadah makanan), hingga sampel muntahan para korban. Sampel-sampel ini telah dikirim ke laboratorium untuk uji toksikologi, dan hasilnya diperkirakan keluar dalam tiga hari ke depan," jelas Budiar saat dijumpai di RSUD Kanjuruhan, usai menjenguk para korban.

Makanan Produksi SPPG Mangunrejo

Menu makanan yang diduga menjadi sumber kejadian terdiri atas nasi, chicken katsu, tahu goreng, tumis wortel jagung, serta saus pendamping. Makanan tersebut diproduksi oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Mangunrejo, yang dikelola oleh Yayasan Sakinatul Ummat. Lokasi SPPG ini berjarak sekitar dua kilometer dari MTs Al Khalifah.

Meski insiden ini terjadi di wilayahnya, Budiar menegaskan bahwa kewenangan untuk mengevaluasi dan menghentikan operasional SPPG sepenuhnya berada di tangan Pemerintah Pusat. "Kami di pemkab hanya memiliki wewenang dalam hal pendampingan dan monitoring pelaksanaan MBG. Keputusan lebih lanjut mengenai penyedia catering ada di pusat, karena ini adalah program nasional," tegas Budiar.

Kondisi Korban Membaik, Biaya Pengobatan Ditanggung Pemkab

Kabar baiknya, seluruh siswa dan guru yang sempat dirawat di RSUD Kanjuruhan dilaporkan kondisinya telah berangsur pulih dan telah diizinkan untuk kembali ke rumah masing-masing. Budiar juga menyampaikan komitmen Pemkab Malang untuk menanggung seluruh biaya pengobatan yang ditimbulkan. "Kami pastikan bahwa Pemkab Malang akan mengakomodir semua biaya perawatan. Kesehatan dan keselamatan warga, khususnya peserta didik, adalah prioritas kami," pungkasnya.

-
Pemkab Malang Selidiki Dugaan Keracunan Massal Usai Santap Makan Bergizi Gratis di MTs Kepanjen

Hingga berita ini diturunkan, investigasi masih terus berlangsung menunggu hasil resmi dari laboratorium untuk memastikan penyebab pasti dan titik kritis dari kejadian yang memprihatinkan ini.

Baca juga:

Kota Malang Pacu Daya Saing: Dari Prestasi Udara Terbersih Menuju Kota Cerdas Berkelas Dunia

 

Tags

Terkini