berita

Dari Data ke Nyata, Kisah Polres Batu Memindahkan "Wajah" Pelayanan ke Titik Terdekat dengan Rakyat

Rabu, 15 Oktober 2025 | 08:01 WIB

KOTA BATU, Indoindikator.com – Sebuah terobosan lahir dari mendengarkan. Itulah yang dilakukan Polres Batu sebelum meluncurkan Prototipe SPKT (Sistem Pelayanan dan Komunikasi) Polsek Batu yang revolusioner. Inovasi ini bukan sekadar renovasi gedung, melainkan sebuah pergeseran paradigma: memindahkan wajah utama Polri ke tempat di mana hati masyarakat berada.

-
Dari Data ke Nyata, Kisah Polres Batu Memindahkan "Wajah" Pelayanan ke Titik Terdekat dengan Rakyat

“Di mana titik terpenting interaksi Polri dan masyarakat?” tanya Kapolres Batu, AKBP Andi Yuda Prananta, S.I.K., M.Si., membuka paparannya. “Data kami menjawab dengan tegas: di Polsek.”

Jawaban itu datang dari angka-angka nyata. Selama sembilan bulan pertama 2025, Polsek Batu memproduksi 2.872 Surat Keterangan Tanda Lapor Kehilangan (SKTLK)—jumlah yang lebih dari empat kali lipat dibandingkan Polres. “Angka ini adalah ‘alarm’ sekaligus kompas bagi kami. Maka, kami putuskan untuk memperkuat titik terdekat itu,” ujarnya.

-


Maka, lahirlah kebijakan strategis: SPKT Polsek Batu menjadi Front Office yang representatif, sementara Polres menjadi Back Office. Langkah ini diambil setelah mendengarkan suara 87.8% masyarakat yang memang sudah puas, namun masih memiliki harapan perbaikan.

Harapan itu terutama pada fasilitas yang lebih nyaman (29%) dan informasi yang lebih terbuka (23.4%). SPKT baru ini pun hadir sebagai jawaban. Sebuah bangunan dengan desain heritage yang hangat, dengan akses penuh untuk penyandang disabilitas, menjawab permintaan pertama. Papan informasi yang transparan dan jaminan bebas pungli, yang didukung 95% warga, menjawab permintaan kedua.

-


Namun, yang paling menyentuh adalah transformasi pada sumber dayanya. Petugas SPKT tidak lagi sekadar ‘melayani’, tapi ‘merangkul’. Mereka dilatih dengan standar hospitality untuk memastikan setiap warga yang datang merasa dihormati.

“Kami ingin masyarakat merasa dilayani dengan ramah, bukan sekadar diladeni,” kata AKBP Andi penuh keyakinan. Dalam launching yang penuh haru itu, ia memohon doa dan dukungan dari semua pihak, mulai dari Polda Jatim hingga Pemerintah Kota. Langkah kecil di Kota Batu ini diharapkan menjadi lompatan besar bagi kepercayaan publik terhadap Polri secara keseluruhan. Sebuah bukti bahwa ketika institusi mendengarkan, perubahan yang manusiawi pun lahir.

Tags

Terkini