berita

Berkah Ekonomi dan Tantangan Etika:Pembukaan Kembali Pendakian Gunung Bokong Tembus Ribuan Pengunjung

Minggu, 7 September 2025 | 04:29 WIB
0-0x0-0-0#

KOTA BATU - indoindikator.com - Geliat ekonomi warga sekitar kawasan pendakian Gunung Bokong dan Panderman mulai menggeliat kembali setelah resmi dibuka untuk umum pada Jumat (4/9/2025). Pembukaan ini menandai berakhirnya masa penutupan sementara pasca operasi pencarian pendaki asal Sidoarjo yang sempat hilang.

-


Data yang dihimpun indoindikator.com menunjukkan dalam dua hari pertama pembukaan, total kunjungan pendaki ke tiga gunung (Budak, Panderman, dan Bokong) mencapai 3.500 orang. Kuota Gunung Budak yang dibatasi 1.000 orang/hari telah penuh, sementara kuota gabungan Panderman dan Bokong sekitar 1.500 orang juga mengalami peningkatan signifikan.

Dampak Ekonomi dan Persiapan Infrastruktur

Singeh (Akbar), perwakilan pengelola, mengungkapkan antusiasme pendaki ternyata memberikan dampak positif bagi perekonomian lokal. "Pengelola desa mengucapkan terima kasih atas animo yang tinggi. Ini menjadi berkah bagi warga sekitar setelah sempat sepi selama penutupan," ujarnya.

-


Beberapa persiapan infrastruktur masih terus disempurnakan. Meski rambu-rambu penunjuk jalur belum sepenuhnya terpasang, pengelola telah menyiapkan penambahan pos baru antara Pos 3 dan Sabana yang dikenal sebagai titik rawan kesasar. "Kami juga dalam proses pemasangan rambu di titik-titik rawan salah jalur," tambah Akbar.

-


Fasilitas toilet di area Sabana menjadi inovasi terbaru yang sedang dipersiapkan. "Kami sudah berkoordinasi dengan warga untuk menyiapkan toren water tank yang ada di Sabana. Ke depan, pendaki bisa menikmati fasilitas toilet yang lebih layak," jelasnya.

Fenomena 'Wisata Minat Khusus' dan Imbauan Etika

Menariknya, pembukaan kembali ini justru memunculkan fenomena 'wisata minat khusus' dimana banyak pendaki yang penasaran dengan titik-titik yang menjadi lokasi pencarian sebelumnya. "Banyak yang ingin melihat langsung titik ditemukannya driver yang selamat dan titik-titik pencarian lainnya," ungkap Akbar.

-


Menanggapi fenomena ini, Ahmad Saifudin (Udin), Ketua LMDH, memberikan imbauan khusus. "Kami mempersiapkan aturan tambahan terkait area camp dan puncak. Yang terpenting, pendaki harus memahami etika dalam berpendaki," tegasnya.

Udin menekankan tiga poin utama: pertama, kewajiban membawa sampah turun; kedua, penghormatan terhadap area-area sakral; dan ketiga, pemahaman bahwa hutan merupakan ruang hidup bersama makhluk lain. "Kami ingin pendakian menjadi sumber kehidupan yang berkelanjutan, baik untuk pendaki maupun warga sekitar," paparnya.

-


Keseimbangan antara Ekonomi dan Konservasi

Pembukaan kembali jalur pendakian ini menunjukkan bagaimana destinasi wisata alam bisa menjadi penggerak ekonomi masyarakat lokal. Namun di sisi lain, pengelola dan LMDH berkomitmen untuk menjaga keseimbangan antara aktivitas wisata dan kelestarian lingkungan.

-


Kebijakan kuota, penyediaan fasilitas yang memadai, dan penekanan pada etika berpendaki menjadi langkah strategis untuk memastikan keberlanjutan wisata pendakian di kawasan ini. Pendaki diharapkan bisa menjadi bagian dari solusi dalam menjaga kelestarian alam sambil menikmati keindahan gunung-gunung di Kota Batu.

Keterangan Foto: Antrean pendaki di basecamp Gunung Bokong menunjukkan tingginya animo masyarakat setelah pembukaan kembali jalur pendakian(Dok. IndoIndikator)

Tags

Terkini