• Sabtu, 20 Juni 2026

Target 20.000 Koperasi Desa Merah Putih Beroperasi Agustus 2026, Menkop Ferry Juliantono: Fokus Penyerapan Produk Lokal.

Photo Author
Redaksi, IndoIndikator.com
- Sabtu, 16 Mei 2026 | 20:57 WIB

Nganjuk, indoindikator.com – Pemerintah menargetkan 20.000 unit Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) siap beroperasi pada Agustus 2026. Target tersebut disampaikan Menteri Koperasi Ferry Juliantono menyusul peresmian perdana 1.061 unit KDKMP untuk wilayah Jawa Timur dan Jawa Tengah oleh Presiden Prabowo Subianto.

Peresmian simbolis berlangsung di gerai KDKMP Nglawak, Kertosono, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur. Presiden Prabowo menyebut operasionalisasi ribuan koperasi ini sebagai tonggak bersejarah dalam pembangunan ekonomi berbasis pedesaan.

"Kita mampu membangun ekosistem koperasi dalam jumlah besar dalam waktu singkat. Ini akan mengubah citra Indonesia menjadi bangsa yang kuat karena fondasi ekonomi yang kokoh," ujar Presiden Prabowo dalam sambutannya, sebagaimana dikutip, belum lama ini.

-
Peresmian simbolis ratusan KDMP Jawatimur oleh Presiden Prabowo

1.061 Unit Operasional, 9.200 Unit Fisik Rampung

Menkop Ferry Juliantono menjelaskan, pembangunan fisik ribuan unit koperasi telah dimulai sejak November 2025. Dalam kurun waktu sekitar tujuh bulan, lebih dari seribu unit di Jawa sudah siap beroperasi penuh. Secara nasional, sebanyak 9.200 unit KDKMP telah rampung 100 persen secara fisik.

"Namun atas arahan presiden, operasionalisasi tahap awal difokuskan pada 1.061 unit di wilayah Jawa terlebih dahulu. Target Agustus nanti, 20.000 unit diharapkan sudah beroperasi," kata Ferry.

Integrasi dengan Program MBG dan Kredit Murah

Presiden Prabowo menegaskan bahwa KDKMP akan diposisikan sebagai fondasi utama strategi jangka panjang pemerintahan Kabinet Merah Putih. Ke depan, koperasi ini diintegrasikan dengan program unggulan seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) serta Kampung Desa Nelayan Merah Putih (KNMP).

Melalui sinergi lintas sektor, pemerintah berencana menyediakan fasilitas kredit murah bagi masyarakat kecil. "Tujuannya merangsang pertumbuhan usaha mikro di daerah sekaligus mempercepat hilirisasi dan industrialisasi pedesaan," jelas Presiden Prabowo.

KDKMP sebagai Offtaker Produk Lokal

Menteri Koperasi Ferry Juliantono memastikan seluruh KDKMP yang beroperasi akan berperan sebagai offtaker atau penyerap utama produk lokal. Komoditas yang diserap meliputi hasil pertanian, perkebunan, perikanan, kerajinan tangan, kuliner, dan sektor usaha lainnya.

Selain itu, koperasi juga berfungsi sebagai perpanjangan tangan pemerintah dalam menyalurkan barang kebutuhan pokok dan komoditas bersubsidi.

Solusi Lahan Terbatas: Pembangunan Vertikal

Menanggapi kendala keterbatasan lahan di sejumlah daerah, Kementerian Koperasi tengah mengkaji konsep pembangunan sarana fisik secara vertikal. Desain gerai dan gudang untuk wilayah minim lahan atau populasi sedikit akan disesuaikan.

Proyek ini rencananya dipercayakan kepada PT Agrinas Pangan Nusantara selaku pelaksana di lapangan. "Kami pastikan tidak ada daerah yang tertinggal akses terhadap KDKMP," tutup Ferry.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Redaksi

Tags

Terkini

X