• Sabtu, 20 Juni 2026

Perang Opini Modern Dimenangkan Penguasa Siber.

Photo Author
Redaksi, IndoIndikator.com
- Jumat, 8 Mei 2026 | 13:36 WIB

Jakarta, indoindikator.com- Dalam forum pelatihan siber yang digelar pekan ini, praktisi keamanan dan komunikasi digital, Samuel Wahyu Rahmat Samodro, mengingatkan bahwa medan pertempuran saat ini telah bergeser ke dunia maya. Menurutnya, kemampuan mengendalikan ruang digital dan membentuk opini publik menjadi faktor penentu kemenangan.


"Kita sedang hidup di era perang opini. Bukan sekadar konten yang menjadi senjata, melainkan proses bagaimana opini itu lahir dan menyebar di tengah masyarakat," tegas Samuel pada Kamis (7/5).


Ia menekankan bahwa dalam pusaran informasi digital, kecepatan jauh lebih penting daripada kesempurnaan yang terlambat. Setiap individu kini adalah media, sehingga respons yang cepat dinilai lebih efektif menangkal arus informasi yang bergerak dalam hitungan detik.


Untuk membangun narasi yang kuat, Samuel mengusulkan terciptanya ekosistem siber yang kolaboratif. Masyarakat sipil dan komunitas digital harus dilibatkan secara aktif agar informasi positif tersebar luas sekaligus hoaks dapat diredam. Ia juga menggarisbawahi tiga pilar pengelolaan konten digital: informatif, humanis, dan peka terhadap isu terkini. Video pendek disebutnya sebagai format paling ampuh untuk menjangkau khalayak.


Dalam hal strategi komunikasi, Samuel lebih mengedepankan pendekatan klarifikasi yang tenang daripada konfrontasi. Bahasa yang netral dan berbasis fakta, menurutnya, lebih mampu membangun rasa percaya publik. "Klarifikasi yang tepat jauh lebih membangun kepercayaan daripada perdebatan yang memanaskan suasana," katanya.


Tak lupa, ia juga menyoroti aspek keamanan siber. Autentikasi berlapis dan pembatasan akses akun menjadi langkah sederhana namun krusial untuk mencegah peretasan. Selain itu, konsistensi dalam membangun citra institusi menjadi benteng pertahanan terhadap serangan informasi dan opini negatif.


Samuel menutup paparannya dengan pesan singkat namun tegas: "Kecepatan adalah kekuatan, konsistensi adalah kemenangan. Dia yang menguasai persepsi, dialah pemenangnya."

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Redaksi

Tags

Terkini

X