KABUPATEN MALANG, indoindikator.com – Ratusan ruang kelas SD di Kabupaten Malang rusak dan membutuhkan penanganan segera. Ratusan ruang kelas SD di Kabupaten Malang rusak itu memicu kekhawatiran karena dapat mengganggu proses belajar mengajar serta membahayakan keselamatan siswa dan guru.
Data pokok pendidikan (Dapodik) mencatat banyak sekolah dasar negeri mengalami kerusakan dengan tingkat berbeda. Kerusakan meliputi atap bocor, plafon ambrol, rangka bangunan rapuh, hingga dinding dan jendela yang mulai lapuk.
Kondisi tersebut menjadi tantangan serius dunia pendidikan di Kabupaten Malang pada 2026.
Dua SD Jadi Prioritas Rehabilitasi
Pemerintah Kabupaten Malang memprioritaskan rehabilitasi dua sekolah yang mengalami kerusakan paling berat, yakni SDN Kalisongo 1 dan SDN Mulyoagung 2 di Kecamatan Dau.
Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Malang, Rosyta Dewi mengatakan pihaknya telah melakukan asesmen bersama Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Cipta Karya (DPKPCK).
“Sejauh ini kami mendata dan mengajukan rehabilitasi. Survei serta perbaikan ditangani Dinas Cipta Karya,” ujarnya, Selasa (6/5/2026).
Rosyta menjelaskan dua sekolah tersebut masuk kategori rusak berat sehingga membutuhkan penanganan cepat.
Atap SDN Kalisongo 1 Sempat Ambruk
Kondisi paling mengkhawatirkan terjadi di SDN Kalisongo 1. Sebagian atap sekolah ambruk pada Sabtu (2/5/2026).
Empat ruang kelas di sekolah tersebut kini masuk kategori rawan terdampak kerusakan lanjutan. Pemerintah memperkirakan kebutuhan anggaran rehabilitasi mencapai Rp400 juta.
Kerusakan itu memicu kekhawatiran karena siswa masih menjalani kegiatan belajar di sekitar bangunan yang mulai rapuh.
Orang tua berharap pemerintah segera mempercepat rehabilitasi agar proses belajar berlangsung aman dan nyaman.
Kelas Bocor Ganggu Proses Belajar
Sementara itu, kondisi SDN Mulyoagung 2 juga memprihatinkan. Banyak bagian atap berlubang dan sejumlah plafon ambrol.
Saat hujan turun, air masuk ke ruang kelas dan mengganggu kegiatan belajar mengajar. Beberapa genting juga pecah sehingga risiko kerusakan semakin besar.
Guru dan siswa harus beradaptasi dengan kondisi ruang belajar yang tidak nyaman.
Pemkab Malang Siapkan Tambahan Anggaran
Kepala DPKPCK Kabupaten Malang, Farid Habibah mengatakan pihaknya akan berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan untuk menentukan sekolah prioritas rehabilitasi berikutnya.