• Sabtu, 20 Juni 2026

Trans Lokal di Papua Jadi Strategi Pemerintah Tekan Kemiskinan dan Percepat Pembangunan

Photo Author
Redaksi, IndoIndikator.com
- Kamis, 7 Mei 2026 | 15:53 WIB
Wakil Menteri Transmigrasi Viva Yoga Mauladi 

JAKARTA, indoindikator.com — Wakil Menteri Transmigrasi Viva Yoga Mauladi menegaskan program Trans Lokal di Papua menjadi langkah strategis pemerintah untuk menekan kemiskinan sekaligus mempercepat pemerataan pembangunan di wilayah timur Indonesia.


Viva Yoga menyampaikan pernyataan tersebut saat menghadiri Musyawarah Perencanaan Pembangunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (Musrenbang RKPD) dan Otonomi Khusus Tahun 2027 Kabupaten Manokwari, Papua Barat, Selasa (6/5/2026).


Dalam kegiatan itu, Viva Yoga mengikuti agenda secara daring setelah melakukan kunjungan kerja ke Kawasan Transmigrasi Prafi, Kabupaten Manokwari. Ia berdialog dengan masyarakat dan kepala suku serta meninjau rehabilitasi dan pembangunan toilet sekolah di kawasan tersebut.


Musrenbang RKPD itu juga menghadirkan Ketua Komite Eksekutif Percepatan Pembangunan Otonomi Khusus Papua Velix Vernando Wanggai, Bupati Manokwari Hermus Indou, Wakil Bupati Manokwari Mugiyono, serta jajaran pemerintah daerah setempat.



Kementrans Prioritaskan Program Trans Lokal di Papua


Viva Yoga menjelaskan Kementerian Transmigrasi menjalankan lima program unggulan, yakni Trans Tuntas, Trans Patriot, Trans Gotong Royong, Trans Karya Nusa, dan Trans Lokal.


Namun, pemerintah memprioritaskan program Trans Lokal di Papua karena dinilai mampu memperkuat pembangunan berbasis masyarakat asli daerah.


“Untuk program transmigrasi di Papua, Kementrans fokus pada Trans Lokal,” ujar Viva Yoga.


Ia mengatakan program tersebut bertujuan mengurangi ketimpangan sosial, mencegah konflik sosial, serta memastikan masyarakat lokal memperoleh kesempatan yang sama dalam pembangunan kawasan transmigrasi.


Selain itu, pemerintah ingin meningkatkan kualitas hidup masyarakat lokal dan memperkuat kohesi sosial antarwarga di kawasan transmigrasi.


“Kita dorong transmigran lokal sebagai motor penggerak pembangunan,” katanya.



Program Trans Lokal Sudah Berjalan di Sejumlah Daerah


Kementerian Transmigrasi mencatat program Trans Lokal sepanjang 2025 berlangsung di berbagai wilayah Indonesia.


Pemerintah menjalankan program itu di Rempang Kota Batam, Kepulauan Riau sebanyak 504 kepala keluarga (KK), Pulau Nibung dan Sungai Baru Kabupaten Sukamara, Kalimantan Tengah sebanyak 290 KK, serta Keladen Kabupaten Paser, Kalimantan Timur sebanyak 50 KK.


Program serupa juga berlangsung di Tanjung Bunga Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara sebanyak 55 KK, Taramanu Tua Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat sebanyak 65 KK, dan Kotakawau Kabupaten Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur sebanyak 50 KK.


Selain itu, pemerintah mengembangkan Trans Lokal di Lagading Kabupaten Sidrap, Sulawesi Selatan sebanyak 110 KK, Torire Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah sebanyak 35 KK, Waleh Kabupaten Halmahera Tengah, Maluku Utara sebanyak 50 KK, hingga Domande Kabupaten Merauke, Papua Selatan sebanyak 100 KK.


Meski demikian, Viva Yoga menyebut pemerintah hanya menjalankan program Trans Lokal di tiga kawasan pada 2026, yakni Batam, Poso, dan Halmahera Tengah.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Redaksi

Tags

Terkini

X