Situbondo, indoindikator.com – Kesadaran akan pentingnya pengelolaan risiko keuangan di kalangan mahasiswa terus digencarkan melalui kegiatan edukatif. Sebanyak lebih dari 50 mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Abdurachman Saleh Situbondo (FEB Unars) mengikuti Seminar Penguatan Literasi Manajemen Risiko yang digelar secara daring melalui platform Zoom pada Jumat (1/5/2026).
Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat kapasitas tata kelola keuangan mahasiswa sekaligus menjadi bagian dari program pengabdian kepada masyarakat hasil kolaborasi antara Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya (FEB UB) dan FEB Unars.
Seminar resmi dibuka oleh Dekan FEB Unars, Lita Permata Sari, SE., MSA., Ak., yang dalam sambutannya menekankan pentingnya literasi risiko sebagai bekal menghadapi dinamika ekonomi saat ini. “Mahasiswa harus mampu mengenali dan mengelola risiko sejak dini, terutama dalam konteks keuangan pribadi maupun profesional,” ujarnya.
-
Acara kemudian secara resmi dibuka oleh Ketua Panitia Pengabdian, Mirna Amirya, SE., MSA., Ak., Ph.D., CA. Sebagai bentuk evaluasi sistematis, peserta mengikuti pre-test sebelum pemaparan materi untuk mengukur tingkat pemahaman awal, serta post-test setelah seminar berakhir guna melihat peningkatan pemahaman secara terukur.
-
Materi pertama disampaikan langsung oleh Mirna Amirya yang mengulas secara mendalam literasi manajemen risiko dalam konteks sektor pemerintah. Ia menjelaskan konsep dasar risiko, keterkaitannya dengan tata kelola keuangan, integrasi dengan Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP), serta tahapan dalam siklus manajemen risiko. Pemaparan diperkuat dengan studi kasus relevan sehingga mudah dipahami peserta.
Sesi berikutnya diisi oleh Lita Permata Sari yang membahas pentingnya manajemen risiko keuangan sebagai kompetensi dasar mahasiswa. Ia menyoroti perlunya kesadaran finansial, termasuk dalam mengelola keuangan pribadi. Berbagai contoh kasus nyata yang dekat dengan keseharian mahasiswa turut disampaikan untuk memberikan gambaran konkret mengenai risiko finansial sehari-hari.
Antusiasme peserta terlihat dari diskusi interaktif yang berlangsung selama seminar. Mahasiswa aktif mengajukan pertanyaan serta berbagi pandangan mengenai identifikasi risiko dan strategi mitigasi dalam pengelolaan keuangan.
Melalui seminar ini, peserta memperoleh sejumlah manfaat, antara lain: peningkatan pemahaman konsep dasar dan praktik manajemen risiko, pengembangan kemampuan mengidentifikasi dan menganalisis risiko keuangan, penguatan kesadaran pentingnya pengelolaan keuangan yang bijak, serta pembekalan keterampilan mitigasi risiko.
Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah strategis dalam membentuk mahasiswa yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kesiapan menghadapi berbagai risiko, khususnya di bidang keuangan. Kolaborasi antara FEB UB dan FEB Unars pun diharapkan terus berlanjut sebagai upaya berkelanjutan dalam meningkatkan kualitas literasi dan kapasitas mahasiswa di era yang semakin kompleks.