• Sabtu, 20 Juni 2026

BNPB Pastikan Warga Korban Bencana di Gayo Lues Tak Lagi Tinggal di Tenda Sebelum Lebaran 2026

Photo Author
Redaksi, IndoIndikator.com
- Kamis, 12 Maret 2026 | 16:29 WIB
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Dr. Suharyanto menyapa warga hunian sementara (huntara) Agusen di Kecamatan Blangkejeren, Kabupaten Gayo Lues, Aceh, Rabu (11/3/2026). Ia menargetkan tidak ada lagi warga yang tinggal di tenda menjelang Lebaran .
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Dr. Suharyanto menyapa warga hunian sementara (huntara) Agusen di Kecamatan Blangkejeren, Kabupaten Gayo Lues, Aceh, Rabu (11/3/2026). Ia menargetkan tidak ada lagi warga yang tinggal di tenda menjelang Lebaran .

ACEH, Gayo Lues, Siaptv.com – Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letnan Jenderal TNI Dr. Suharyanto memberikan kabar gembira bagi warga terdampak bencana di Kabupaten Gayo Lues, Provinsi Aceh. Usai melakukan kunjungan kerja di Aceh Tamiang, Suharyanto menyempatkan diri menyapa warga Agusen yang tinggal di hunian sementara (huntara) di Kecamatan Blangkejeren, pada Rabu (11/3/2026). Dalam kunjungan tersebut, ia menegaskan komitmennya untuk memastikan tidak ada lagi warga korban bencana yang tinggal di tenda pengungsian menjelang Hari Raya Idulfitri tahun ini .

"Kami pastikan menjelang lebaran tahun 2026, untuk Kabupaten Gayo Lues, sudah tidak ada lagi masyarakat yang ada di tenda," ujar Kepala BNPB di hadapan warga huntara Agusen .

Target Pembangunan Huntara Hampir Tercapai

Data sementara BNPB per Selasa (10/3/2026) mencatat target pembangunan huntara di Kabupaten Gayo Lues mencapai 1.713 unit. Dari jumlah tersebut, sebanyak 1.518 unit telah berhasil diselesaikan. Artinya, progres pembangunan telah mencapai hampir 90 persen, menyisakan 195 unit yang masih dalam proses penyelesaian .

Masyarakat yang menghuni huntara komunal Agusen berasal dari kawasan yang terdampak banjir besar pada akhir November 2025 lalu. Sebanyak 155 kepala keluarga (KK) terpaksa mengungsi dan tinggal di hunian sementara setelah rumah-rumah mereka rusak parah diterjang banjir .

Kepala BNPB menjelaskan bahwa kondisi lahan tempat tinggal mereka sebelumnya tidak memungkinkan lagi untuk didirikan hunian pascabencana. "Mereka tidak memiliki tanah lagi sehingga Pemerintah Kabupaten Gayo Lues berusaha untuk mencari tempat untuk relokasi terpusat," imbuh Suharyanto .

Solusi Sementara bagi yang Masih Menunggu

Meskipun progres pembangunan huntara berjalan cepat, masih ada sejumlah keluarga yang harus bersabar menunggu huniannya rampung. Untuk mengatasi hal ini, Kepala BNPB memastikan akan menempatkan mereka sementara waktu ke tempat yang lebih layak, seperti gedung Balai Latihan Kerja (BLK) yang dikelola pemerintah daerah .

"Supaya semua masyarakat yang terdampak di Kabupaten Gayo Lues bisa menikmati, bisa mengikuti perayaan Idulfitri dengan lebih baik dan lebih hikmat," tambah Suharyanto, menegaskan komitmennya untuk memastikan seluruh warga dapat merayakan Lebaran dengan layak .

Rencana Jangka Panjang: Huntap dan Rehabilitasi

Pemerintah daerah setempat menyampaikan bahwa sebagian besar lahan yang saat ini dijadikan huntara akan dikonversi menjadi hunian tetap (huntap) karena keterbatasan lahan. Strategi ini diambil untuk efisiensi dan mempercepat proses pemulihan .

"Nanti teknisnya adalah mungkin setelah program huntap ini, paling tidak setelah awal April ini masuk rehabilitasi rekonstruksi. Kita akan mulai pembangunan huntap. Khusus di Gayo Lues ini agak berbeda dengan daerah lain," imbuh Kepala BNPB yang dalam kunjungan tersebut didampingi langsung oleh Bupati Gayo Lues .

Bantuan Langsung untuk Warga

Pada kesempatan kunjungan tersebut, Kepala BNPB Suharyanto tidak hanya memastikan kesiapan infrastruktur, tetapi juga memberikan bantuan langsung kepada warga huntara Agusen. Bantuan yang disalurkan berupa bahan pokok makanan dan alat tulis bagi anak-anak .

-
Kepala BNPB Suharyanto didampingi Bupati Gayo Lues meninjau lokasi huntara dan berdialog dengan warga tentang rencana relokasi terpusat serta pembangunan hunian tetap .

Selain itu, BNPB juga memberikan bantuan non-pangan berupa kasur, kompor, kipas angin, dan matras untuk menunjang kebutuhan sehari-hari warga. Sembako yang diberikan ini diharapkan dapat mendukung kebutuhan dasar warga sebelum mereka mendapatkan bantuan jaminan hidup dari kementerian terkait .

Langkah cepat dan responsif BNPB ini diharapkan dapat membawa sedikit kelegaan bagi warga Gayo Lues yang telah berbulan-bulan hidup dalam keterbatasan pascabencana. Dengan target hunian layak sebelum Lebaran, setidaknya warga dapat merayakan Idulfitri dengan lebih tenang dan bermartabat.

BACA JUGA;

Sidang Perdana CLS LIRA vs Bupati Malang Digelar 1 April 2026, LIRA Siapkan Gugatan Jilid II Libatkan Kejaksaan dan Kepolisian

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Redaksi

Tags

Terkini

X