• Sabtu, 20 Juni 2026

Saifudin Zuhri: Media Sosial Pisau Bermata Dua, Warga Harus Bijak

Photo Author
Redaksi, IndoIndikator.com
- Sabtu, 28 Februari 2026 | 18:27 WIB
Anggota Komisi A DPRD Jawa Timur Saifudin Zuhri (kiri layar) memberikan sambutan secara daring dari Surabaya dalam sosialisasi literasi digital di Desa Oro-oro Ombo. Ia mengajak warga bijak bermedia sosial dan tidak mudah terprovokasi konten tidak jelas.
Anggota Komisi A DPRD Jawa Timur Saifudin Zuhri (kiri layar) memberikan sambutan secara daring dari Surabaya dalam sosialisasi literasi digital di Desa Oro-oro Ombo. Ia mengajak warga bijak bermedia sosial dan tidak mudah terprovokasi konten tidak jelas.

KOTA BATU, Indoindikator.comSosialisasi literasi digital, di tengah arus informasi yang kian deras di era digital, kebebasan berekspresi di media sosial kerap menjadi pedang bermata dua. Kemudahan menyampaikan aspirasi tidak selalu dibarengi dengan etika dan tanggung jawab, sehingga berpotensi memicu konflik sosial horizontal. Menyadari tantangan tersebut, Anggota Komisi A DPRD Jawa Timur dari Fraksi PDIP, Saifudin Zuhri, menggandeng Bawaslu Kota Batu dan komunitas pecinta alam untuk menggelar sosialisasi penguatan nilai sosial dan etika masyarakat di Balai Desa Oro-oro Ombo, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu, Jumat (27/2/2026).

-
Anggota Bawaslu Kota Batu Mardiono (kanan) berdiskusi dengan warga usai sesi pemaparan. Ia mengingatkan potensi jerat UU ITE akibat komentar impulsif di media sosial, terutama di bulan Ramadan.

Kegiatan yang berlangsung secara hybrid ini diikuti sekitar 100 warga dari berbagai komunitas dan tokoh masyarakat setempat. Saifudin Zuhri yang hadir secara daring dari Surabaya menegaskan pentingnya literasi digital sebagai benteng utama menjaga harmoni sosial. Menurutnya, ruang digital saat ini tidak ubahnya ruang publik yang harus dijaga etikanya, sama seperti ketika masyarakat berinteraksi secara langsung.

"Kita hidup di era di mana informasi menyebar sangat cepat, hanya dalam hitungan detik. Satu unggahan bisa berdampak luas, baik positif maupun negatif. Oleh karena itu, saya mengajak warga Kota Batu, khususnya di Oro-oro Ombo, untuk selalu bijak, memverifikasi informasi sebelum membagikannya, dan tidak mudah terprovokasi oleh konten-konten yang belum jelas kebenarannya," ujar Saifudin dalam sambungan daringnya.

Lebih lanjut, politisi asal dapil Jatim tersebut menyoroti fenomena maraknya berita hoaks dan ujaran kebencian yang kerap memanaskan situasi politik dan sosial. Ia mendorong masyarakat untuk menjadi "warganet cerdas" yang mampu menyaring informasi sebelum menyebarkannya. Menurutnya, budaya saring sebelum sharing harus menjadi kebiasaan baru di tengah gemparan konten digital.

"Jangan sampai kita menjadi bagian dari penyebar kebencian atau fitnah hanya karena tidak sabar membaca atau mengecek kebenaran berita. Tanggung jawab kita tidak hanya di dunia nyata, tapi juga di dunia maya," tegasnya.

Bawaslu Ingatkan Jerat UU ITE di Bulan Ramadan

Di sesi berikutnya, Anggota Bawaslu Kota Batu, Mardiono, memberikan materi yang tak kalah penting. Ia mengingatkan warga untuk tidak tergesa-gesa dalam mengomentari isu-isu sensitif di media sosial, apalagi menjelang dan selama bulan Ramadan. Mardiono menyoroti potensi pelanggaran hukum yang kerap terjadi akibat komentar impulsif yang dilontarkan tanpa pertimbangan matang.

"Media sosial harus disikapi dengan hati-hati dan sabar. Jangan sampai terburu-buru berkomentar. Apalagi di bulan Ramadan, bulan yang penuh berkah ini, kita harus menjaga lisan dan tulisan. Komentar yang keliru bisa berujung laporan pelanggaran Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE)," ujar Mardiono di hadapan peserta.

Ia mencontohkan beberapa kasus di daerah lain yang bermula dari cuitan atau komentar sederhana, namun berujung pada proses hukum karena mengandung unsur pencemaran nama baik, ujaran kebencian, atau provokasi. Mardiono menekankan pentingnya sikap jujur, bijak, dan bertanggung jawab dalam berinteraksi di ruang digital, serta perlunya penegakan hukum yang adil dan setara bagi semua pihak.

"Bukan berarti kita takut berpendapat. Silakan sampaikan pendapat, tapi sampaikan dengan cara yang baik, data yang jelas, dan niat yang tulus untuk membangun, bukan untuk menjatuhkan atau menyebar kebencian. Ini kunci agar kita aman dari jerat hukum," tambahnya.

-
Warga Desa Oro-oro Ombo, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu, mengikuti sosialisasi penguatan nilai sosial dan etika bermedia sosial yang digelar di balai desa, Jumat (27/2/2026). Kegiatan ini menghadirkan narasumber dari DPRD Jatim, Bawaslu Kota Batu, dan komunitas pecinta alam.

Pecinta Alam Ajak Warga Lestarikan Lingkungan

Tak hanya soal literasi digital, kegiatan sosialisasi ini juga menyoroti isu krusial lainnya, yakni kepedulian terhadap lingkungan. Sekretaris Perkumpulan Pecinta Alam Batu Ijo Royo Royo (PPA-BIRR), Heru Iswanto, memaparkan pentingnya pelestarian alam di Kota Batu yang memiliki karakter geografis berbukit dan pegunungan. Menurut Heru, komunitasnya sejak 2009 aktif melakukan penghijauan dan penanaman pohon bersama masyarakat. Upaya tersebut dinilai vital untuk menjaga sumber mata air dan mengendalikan dampak perubahan iklim yang semakin nyata.

"Kota Batu ini daerah pegunungan, sangat rentan terhadap bencana ekologis jika alamnya tidak dijaga. Kami sejak 2009 terus mengajak masyarakat menanam pohon, merawat sumber mata air, dan menjaga kelestarian lingkungan. Ini tanggung jawab kita bersama, bukan hanya pemerintah atau komunitas tertentu," jelas Heru.

Ia juga menyoroti data emisi karbon nasional yang terus meningkat. Menurutnya, kondisi tersebut memerlukan kolaborasi erat antara pemerintah daerah, masyarakat, dan pelaku usaha dalam memperkuat reboisasi dan program perlindungan lingkungan lainnya. Heru mengajak warga untuk memulai dari hal-hal kecil seperti tidak membuang sampah sembarangan, terutama di kawasan sumber mata air dan daerah resapan.

"Kami berharap kesadaran lingkungan ini tidak hanya menjadi wacana dalam forum-forum seperti ini, tapi diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari. Mulai dari tidak membuang sampah sembarangan, hingga ikut serta aktif dalam gerakan penanaman pohon di lahan-lahan kritis," imbuhnya.

Sinergi Literasi Digital dan Peduli Lingkungan

Kegiatan yang dikemas dalam format dialog interaktif ini mendapat respons positif dari warga. Mereka antusias bertanya dan berdiskusi tentang berbagai tantangan di era digital, termasuk cara menyikapi berita hoaks, mengenali ujaran kebencian, serta mekanisme melaporkan konten negatif ke pihak berwenang. Beberapa warga juga bertanya tentang langkah konkret yang bisa dilakukan untuk menjaga lingkungan di tengah maraknya alih fungsi lahan.

Saifudin Zuhri dalam penutupannya berharap kegiatan serupa dapat terus digelar secara berkelanjutan, tidak hanya di Desa Oro-oro Ombo tetapi juga di seluruh wilayah Kota Batu. Menurutnya, penguatan nilai sosial dan etika masyarakat harus dilakukan secara konsisten agar terbentuk budaya digital yang sehat dan beradab.

"Kami di DPRD Jatim akan terus mendorong program-program sosialisasi seperti ini. Anggaran untuk peningkatan literasi digital dan kesadaran lingkungan akan kami perjuangkan. Karena masyarakat yang cerdas bermedia sosial dan peduli lingkungan adalah fondasi utama pembangunan daerah yang berkelanjutan," pungkas Saifudin.

Kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa sinergi antara legislatif, masyarakat, komunitas pecinta alam, dan lembaga pengawas seperti Bawaslu dapat menciptakan kesadaran kolektif. Kolaborasi lintas sektor ini diharapkan mampu membangun Kota Batu yang lebih baik, tidak hanya unggul dalam pembangunan fisik, tetapi juga matang dalam literasi digital dan tangguh secara ekologis.

Baca juga;

Peringatan Keras LIRA Kabupaten Malang di Tengah Seleksi JPTP Malang: “Jangan Sampai Jadi Ajang Bagi-Bagi Kursi!”

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Redaksi

Tags

Terkini

X