KOTA BATU, Indoindikator.com – Menyongsong peningkatan mobilitas masyarakat, Satuan Penegak Hukum (Satgas Gakkum) Operasi Keselamatan Semeru 2026 Polres Batu memperketat pengawasan dengan menggelar Uji Kelaikan Jalan (Ramp Check) terpadu. Kegiatan yang berpusat di Terminal Batu pada Selasa (3/2/2026) ini mencatat temuan signifikan, di mana dari 17 kendaraan umum yang diperiksa, beberapa masih menunjukkan ketidaklayakan operasional.
Operasi yang dipimpin Kasat Lantas Polres Batu AKP Kevin Ibrahim, S.Tr.K., S.I.K. ini melibatkan kolaborasi strategis dengan UPT LLAJ Malang, Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Batu, Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Batu, dan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Batu.
Hasil Pemeriksaan: Masih Banyak yang Harus Dibenahi
Pemeriksaan yang menyasar 10 bus pariwisata, 2 microbus, dan 5 angkutan barang mengungkap kondisi yang memerlukan perhatian serius:
· Bus Pariwisata: 5 unit dikenakan tilang, 4 unit dapat peringatan, 3 unit laik dengan catatan, dan 8 unit dinyatakan laik.
· Angkutan Barang: Meski kelima unit dinyatakan laik, seluruhnya terdeteksi pelanggaran seperti KIR mati, kelebihan muatan (overload/overseat), dan pintu darurat terhalang.
“Kegiatan ini adalah langkah preventif dan penegakan hukum. Keselamatan penumpang adalah prioritas utama,” tegas AKP Kevin Ibrahim.
Pemeriksaan Holistik: Dari Mesin Hingga Kondisi Fisik Pengemudi
Yang membedakan operasi ini adalah cakupan pemeriksaannya yang sangat menyeluruh, tidak hanya pada kendaraan:
1. Pemeriksaan Teknis & Administrasi: Meliputi kondisi rem, lampu, ban, kelengkapan surat (STNK, SIM), dan keabsahan sertifikat KIR (Kelayakan Jalan).
2. Screening Kesehatan Pengemudi: BNN Kota Batu melakukan tes urine cepat untuk mendeteksi penyalahgunaan narkoba, sementara Dinkes menyediakan pemeriksaan tekanan darah dan gula darah gratis. Ini adalah upaya proaktif memastikan pengemudi fit secara jasmani dan bebas dari zat adiktif.
3. Edukasi Langsung: Petugas memberikan pembinaan mengenai pentingnya disiplin berlalu lintas, manajemen fatigue (kelelahan), dan tanggung jawab mengangkut penumpang.
Membangun Kultur Selamat Menuju Puncak Arus Mudik
Operasi Keselamatan Semeru 2026 dirancang sebagai fondasi awal menciptakan iklim disiplin berlalu lintas. Sinergi multi-instansi ini dinilai krusial untuk membangun sistem pengawasan yang komprehensif.
“Ini juga upaya edukasi. Kami ingin menanamkan budaya mengutamakan keselamatan,” tambah AKP Kevin. Hasil dari operasi pendahuluan ini akan menjadi bahan evaluasi untuk penyempurnaan Operasi Ketupat Semeru 2026 yang akan mengawal masa mudik dan arus balik Lebaran. Tujuannya jelas: menekan angka kecelakaan dan menciptakan perjalanan yang aman bagi seluruh masyarakat.
Baca;
Polres Batu Resmi Bentuk Satuan Khusus PPA & PPO dalam Rangkaian Sertijab Pimpinan