KOTA BATU, Indoindikator.com – Semangat menjaga dan merawat alam Indonesia yang menjadi salah satu fokus pemerintahan Presiden Prabowo Subianto mulai diterjemahkan dalam aksi nyata di tingkat desa. Pemerintah Desa Oro-Oro Ombo bersama Perkumpulan Pecinta Alam Batu Ijo Royo Royo (PPA_BIRR) menggelar audiensi dan koordinasi dengan seluruh pelaku usaha di wilayahnya, Senin (26/1/2026), untuk menggalakkan Gerakan Wajib Tanam Pohon.
Pertemuan yang berlangsung di Gedung Serbaguna Kantor Desa Oro-Oro Ombo ini dihadiri oleh Kepala Desa Wiweko, jajaran pengurus PPA-BIRR, seluruh Kepala Dusun (Kasun), serta puluhan perwakilan dari pengusaha properti, hotel, restoran, dan pelaku wisata.
Selaraskan dengan Regulasi dan Visi Nasional
Kepala Desa Wiweko dalam sambutannya menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk konkret pelaksanaan Peraturan Wali Kota (Perwali) Batu Nomor 18 Tahun 2020, sekaligus menyelaraskan diri dengan instruksi pemerintah pusat maupun daerah.
"Menjaga kelestarian alam adalah tanggung jawab kolektif untuk warisan anak cucu. Dengan penanaman dan perawatan pohon yang masif, kita bisa menekan emisi karbon, menjaga sumber mata air, dan memperkuat struktur tanah sehingga mencegah bencana," papar Wiweko.
Sekretaris PPA-BIRR, Heru Iswanto, menambahkan penjelasan mengenai landasan hukum yang melandasi kewajiban ini, mencakup UU No. 5/1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam dan UU No. 32/2009 tentang Perlindungan Lingkungan Hidup. Ia juga merinci beragam pihak yang diwajibkan menanam, mulai dari pengusaha, calon pengantin, PNS, hingga mahasiswa baru.
Hari Wicaksono: Kepedulian adalah Modal Utama untuk Lestarikan Alam
Dalam perkembangan terbaru, Hari Wicaksono, Wakil Ketua PPA-BIRR, yang turut hadir menyampaikan harapan dan komitmennya. Ia menekankan bahwa di balik semua regulasi dan kewajiban, nilai paling mendasar yang harus dibangun adalah rasa peduli.
"Program penghijauan dan wajib tanam pohon ini akan berjalan optimal jika didasari oleh kepedulian yang tulus dari setiap pihak. Kepedulian adalah modal utama kita untuk benar-benar merawat dan melestarikan alam, tidak hanya sekedar memenuhi kewajiban administratif," ujar Hari Wicaksono.
Lebih lanjut, Hari menyatakan bahwa semangat ini sejalan dengan visi besar pemerintahan saat ini. "Apa yang kita lakukan di tingkat desa ini adalah bagian kecil dari upaya besar bangsa Indonesia di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo untuk merawat alam dan lingkungan. Ini adalah bentuk gotong royong nyata untuk Indonesia yang lebih hijau dan berkelanjutan," tambahnya.
Dukungan untuk Program Pemerintah Pusat
Gerakan di tingkat akar rumput ini menunjukkan respons positif terhadap agenda strategis nasional di bidang lingkungan. Dengan melibatkan seluruh komponen masyarakat, khususnya pelaku usaha sebagai motor ekonomi, diharapkan tercipta model pembangunan yang berwawasan lingkungan dan berkelanjutan.
-
Baca juga;
Akhirnya Ada Peta Offline di Aplikasi TiketPendakian, Namanya TMaps!