• Sabtu, 20 Juni 2026

Wabup Mimik Idayana Pimpin Ziarah Harjasda ke Makam 3 Tokoh Kunci Sidoarjo

Photo Author
Redaksi, IndoIndikator.com
- Selasa, 27 Januari 2026 | 19:37 WIB
Foto Sesi Doa: Rombongan pejabat Pemkab Sidoarjo berdoa khidmat di makam Panglima Laskar Fi Sabilillah, KH. Sahal Mansyur.
Foto Sesi Doa: Rombongan pejabat Pemkab Sidoarjo berdoa khidmat di makam Panglima Laskar Fi Sabilillah, KH. Sahal Mansyur.

SIDOARJO, Indoindikator.com - Wakil Bupati Sidoarjo, Mimik Idayana, peringatan Hari Jadi Kabupaten Sidoarjo (Harjasda) yang ke-167 tidak hanya diisi dengan serangkaian acara seremonial dan hiburan. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo juga menyelenggarakan kegiatan yang sarat makna historis dan edukatif, yakni ziarah ke makam para tokoh yang telah meletakkan fondasi pembangunan daerah. Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Wakil Bupati Sidoarjo, Hj. Mimik Idayana, pada Senin (26/01/2026).

Rombongan pejabat yang hadir antara lain Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Tirto Adi, Kepala DPMPTSP Ridho Prasetyo, Direktur RSUD RT Notopuro dr. Atok Irawan, dan Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda M. Bahrul Amig. Kehadiran mereka menegaskan bahwa penghormatan terhadap sejarah adalah tanggung jawab bersama seluruh jajaran pemerintahan.

Napak Tilas dari TPU Jetis ke Desa Janti

Perjalanan ziarah dimulai dari Taman Pemakaman Umum (TPU) Jetis, Kelurahan Lemahputro. Di sana, rombongan melakukan penghormatan pertama di makam Bupati Sidoarjo ke-11, Achmad Chudlori Amir, yang memimpin pada periode 1958-1959. Tokoh ini dianggap sebagai salah satu pilar penting dalam masa-masa formatif dan konsolidasi awal Kabupaten Sidoarjo pasca-kemerdekaan.

“Beliau adalah pejuang yang ikut mendirikan dan membangun Sidoarjo hingga menjadi seperti sekarang. Jasa-jasanya tidak akan pernah kami lupakan,” ucap Wakil Bupati Mimik Idayana saat memimpin doa di lokasi tersebut.

Tak jauh dari sana, masih di kompleks TPU Jetis, rombongan melanjutkan ziarah ke makam KH. Sahal Mansyur. Tokoh ini memiliki peran ganda yang unik: sebagai Panglima Laskar Fi Sabilillah pada masa revolusi fisik dan sebagai Rais Syuriah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Sidoarjo yang pertama. Kehadirannya merepresentasikan perpaduan antara semangat patriotik dan spiritual dalam membangun identitas masyarakat Sidoarjo.

Lokasi terakhir yang dikunjungi adalah Pemakaman Islam Desa Janti, Kecamatan Waru, yaitu makam mantan Wakil Bupati Sidoarjo periode 2016–2021, Nur Ahmad Syaifuddin. Ziarah ke makam pemimpin dari era yang lebih kontemporer ini melambangkan kesinambungan estafet kepemimpinan dan pengabdian tanpa henti untuk Sidoarjo.

Tabur Bunga dan Refleksi untuk Masa Depan

Di setiap lokasi, selain pembacaan doa bersama untuk kehormatan dan kemuliaan almarhum, dilakukan juga ritual tabur bunga. Ritual sederhana namun penuh makna ini menjadi simbol penghargaan yang mendalam dari generasi sekarang kepada para pendahulu.

Wakil Bupati Mimik Idayana dalam pernyataannya menekankan bahwa ziarah ini adalah bagian tak terpisahkan dari peringatan Harjasda. “Ziarah ini adalah bentuk penghormatan dan rasa terima kasih kami kepada para pendahulu yang telah berjasa membangun Sidoarjo,” tegasnya.

Ia juga menyoroti pentingnya memelihara ingatan kolektif. “Tanpa jasa mereka, Kabupaten Sidoarjo tidak akan bisa berkembang seperti saat ini. Sejarah dan perjuangan ini harus terus diingat,” tambahnya. Menurutnya, kegiatan semacam ini dapat menumbuhkan dan menyegarkan semangat juang serta pengabdian bagi para penerus, baik di dalam birokrasi maupun masyarakat luas.

-
Mengajak Napak Tilas):
Napak tilas sejarah! ?️ Wabup Mimik Idayana dan jajaran mengunjungi makam 3 tokoh sentral Sidoarjo dalam rangka Harjasda. Dari Bupati era 1950-an, ulama pejuang, hingga pemimpin kontemporer. Kegiatan ini mengingatkan kita bahwa kemajuan hari ini dibangun di atas perjuangan dan pengorbanan banyak orang.
Apa warisan terbesar dari para tokoh ini untuk Sidoarjo? Share di kolom komentar! ?

Dengan diadakannya ziarah ini, Pemkab Sidoarjo berharap dapat memperkuat fondasi moral dan historis pembangunan. Semangat, visi, dan nilai-nilai yang diteladankan oleh Achmad Chudlori Amir, KH. Sahal Mansyur, dan Nur Ahmad Syaifuddin diharapkan tetap menjadi kompas dalam mengarahkan Sidoarjo menuju masa depan yang lebih maju dan sejahtera, tanpa melupakan akar sejarahnya.

Baca Juga;

Prestasi dan Tantangan: Kriminal Turun Drastis, Tapi Kecelakaan dan Narkoba Masih Jadi Perhatian Polresta Sidoarjo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Redaksi

Tags

Terkini

X